Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Pukul 12.00 WIB, Dosen UIN Tewas, Motor Korban Terlibat Tabrakan Beruntun

Terjadi kecelakaan maut di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada kemarin hari Minggu siang.

Ig Hanif Aidhil Alwana/Tribun Padang
Kader Muhammadiyah Hanif Aidhil Alwana korban kecelakaan di Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (9/4/2023). 

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi siang hari atau sekitar pukul 12.30 WIB. Itu terjadi di jalan raya Desa/Kecamatan Gandusari, yang jalur utara Blitar.

Atau tepatnya, jalur menuju ke Kecamatan Ngantang, dengan lewat wisata bendungan yang cukup terkenal itu, yaitu Bendungan Selorejo.

Kecelakaan itu diketahui bermula dari korban yang bernama Victor melaju dari arah utara atau arah rumahnya menuju ke arah selatan atau Kecamatan Wlingi.

Entah apa yang terjadi ketika melintas di depan warung kopi yang cukup ramai pengunjung kalau malam hari seperti bulan puasa saat ini, ia terjatuh.

"Menurut saksi mata, ia kaget karena adanya berlubang dan langsung dihindari dengan dibanting ke kanan sepeda motornya," paparnya.

Celakanya, bukannya korban terhindar malah tersungkur ke aspal.

Sebab, sebelum jatuh tersungkur, sepeda motor korban beradu depan dengan sepeda motor Vixion yang dikendarai Irfan.

Irfan melaju dari arah berlawanan atau arah selatan atau dari sekolah SMP Negeri setempat.

Diduga tidak menyangka sepeda motor Shogun yang melaju ke arahnya terjatuh, sehingga Irfan tetap melaju.

Akibatnya, adu depan tidak terhindar antara sepeda motor Shogun dengan Vixion itu, hingga keduanya sama-sama tersungkur.

"Bermaksud menghindari jalan berlubang namun malah menyebabkan mereka celaka," ungkapnya.

Tidak berhenti sampai disitu karena di saat Irfan terjatuh setelah beradu banteng itu, dari arah belakangnya muncul sepeda motor Honda Supra yang dikemudikan Kasan.

Mungkin karena jaraknya cukup dekat sehingga sepeda motornya menabrak sepeda motor yang dikendarai Irfan.

Akhirnya, ketiganya sama-sama jatuh dan bergelimpangan.

Memang jalan raya di wilayah perbukitan yang indah itu sepertinya sudah mulai rusak parah, terutama mulai Desa Gandusari sampai Desa Semen, yang berjarak 2 km.

Itu selain sudah lama tak ada perawatan juga banyak dilewati truk yang mengangkut pasir dari Desa Krisik.

Padahal, itu jalan alternatif yang sangat padat, karena pemandangannya cukup bagus sehingga banyak disuka oleh wisatawan meski jalannya juga sempit dan banyak yang tak ada penerangan jalan umum.

"Kinj para korban sudah dibaws ke rumah sakit," pungkasnya.

(TribunPadang.com/TribunJatim.com)

Baca Berita Tribun Manado di sini

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

Tayang di TribunPadang.com dan TribunJatim.com

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved