Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Pukul 12.00 WIB, Dosen UIN Tewas, Motor Korban Terlibat Tabrakan Beruntun

Terjadi kecelakaan maut di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada kemarin hari Minggu siang.

Ig Hanif Aidhil Alwana/Tribun Padang
Kader Muhammadiyah Hanif Aidhil Alwana korban kecelakaan di Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (9/4/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada kemarin hari Minggu siang.

Kecelakaan itu melibatkan 8 kendaraan yang mengalami kecelakaan beruntun.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang dosen tewas.

Baca juga: Viral Video Diduga JAK, Wakil Ketua DPRD Sulut itu Dituding Aniaya Perempuan, Fakta Baru Terungkap

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 20.00 WIB, Pemotor Tewas Seketika, Motor Tabrakan dengan Truk

Kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.

Patuhi peraturan yang telah ditetapkan pihak berwajib dan taati rambu-rambu lalu lintas.

Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) berduka.

Pasalnya, salah satu kadernya bernama Hanif Aidhil Alwana turut jadi korban kecelakaan di Jalan Raya Bukittinggi-Padang Panjang.

Kecelakaan yang mengakibatkan Hanif Aidhil Alwana (27) meninggal dunia itu, terjadi sekira pukul 12.00 siang.

Bermula akibat truk pengangkut alat berat mengalami rem blong.

Lokasi persisnya kecelakaan tersebut terjadi di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Diketahui, saat itu Hanif Aidhil Alwana sedang mengendarai motor.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Deri Rizal menyampaikan duka yang mendalam akibat meninggalnya kader terbaik Muhammadiyah itu.

"Kami sangat berduka dan merasa kehilangan.

Saat mengetahui kabar bahwa Hanif Aidhil Alwana turut menjadi korban di kecelakaan beruntun siang tadi," kata Deri kepada TribunPadang.com, Minggu (9/4/2023).

Deri menyampaikan, Hanif Aidhil Alwana merupakan kader terbaik Pemuda Muhammadiyah Sumbar.

Pasalnya, semasa berproses, korban dikenal sebagai sosok yang gigih dan baik.

"Hanif Aidhil Alwana ini juga menjabat sebagai Hanif Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda Muhammadiyah Bukittinggi," ungkap Deri.

"Lalu, Hanif Aidhil Alwana ini juga seorang Dosen di UIN Bukittinggi.

Selain itu, beliau juga sebagai Penghubung Komisi Yudisial Sumbar," tambah Deri melalui jaringan seluler.

Deri juga turut merasa kaget dengan berita bahwa kader terbaiknya itu telah meninggal dunia akibat kecelakaan.

Sebab, kata Deri, kemarin mereka masih sempat mengobrol dan bercerita.

Namun, hari ini Hanif Aidhil Alwana telah lebih dulu dipanggil sang Pencipta.

"Hanif ini dari Bukittinggi, rencananya bakal berangkat ke Padang menggunakan sepeda motor," terang Deri.

Mewakili seluruh Pemuda Muhammadiyah, Deri meminta kepada masyarakat untuk turut mendoakan kepulangan Hanif Aidhil Alwana itu.

"Kami juga bakal ikut mengantar Hanif Aidhil Alwana ke rumah duka di Muaro Labuh," pungkas Deri.

Truk bermuatan alat berat menghantam rumah percetakan batako di Jalan Raya Bukittinggi-Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).

Insiden itu terjadi sekira pukul 12.00 siang, lokasi persisnya di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Diketahui, truk bermuatan alat berat itu bernopol B 9**8 DU.

Melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Aldy Lazzuardy mengatakan, kecelakaan itu diduga terjadi akibat rem truk kehilangan fungsi atau blong.

"Kendaraan itu (truk) mengalami kehilangan fungsi rem lalu hilang kendali dan menghantam sebuah kedai percetakan batako di Panyalaian," kata Aldy, Minggu (9/4/2023).

Aldy menuturkan, saat ini personel Satlantas Polres Padang Panjang sudah berada di lokasi kecelakaan dan melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat.

"Belasan korban luka ringan dan satu orang luka berat, dan satu meninggal dunia.

Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," pungkas Aldy.

Kecelakaan lainnya

Tiga pengendara sepeda motor jatuh bergelimpangan di tengah jalan raya jurusan Blitar yang ke arah Kota Batu dengan lewat Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Minggu (9/4/2023) siang.

Itu terjadi karena sepeda motor yang mereka kendarai mengalami kecelakaan beruntun atau saling tubruk akibat menghindari jalan berlubang.

Meski tak ada korban jiwa namun semuanya terluka akibat sama-sama tersungkur di jalan beraspal yang sudah rusak parah itu.

Bahkan, salah satu dari korbannya, Victor (27), warga Kelurahan/Kecamatan Wlingi itu harus membikin warga yang menolong sangat kasihan.

Sebab, ia mengalami kesakitan yang luar biasa akibat kakinya terjepit ruji velg belakang sepeda motornya, Suzuki Shogun nopol AG 6955 KBD.

"Ya kesakitan lah namun untungnya warga cepat tanggap, akhirnya untuk melepaskannya, ruji itu dipotong " ujar AKP Eko Susanto, Kapolsek Gandusari.

Dua korban lainnya adalah Kasan (60), warga Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari.

Ia mengendarai sepeda motor Honda Supra nopol AG 4850 QBH, sedang korban satunya lagi adalah Irfan (16), bocah asal Desa/Kecamatan Binangun, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vision nopol W 5265 T.

"Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit (RSUD Ngudi Waluya, Wlingi) dengan masing-masing mengalami luka," ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi siang hari atau sekitar pukul 12.30 WIB. Itu terjadi di jalan raya Desa/Kecamatan Gandusari, yang jalur utara Blitar.

Atau tepatnya, jalur menuju ke Kecamatan Ngantang, dengan lewat wisata bendungan yang cukup terkenal itu, yaitu Bendungan Selorejo.

Kecelakaan itu diketahui bermula dari korban yang bernama Victor melaju dari arah utara atau arah rumahnya menuju ke arah selatan atau Kecamatan Wlingi.

Entah apa yang terjadi ketika melintas di depan warung kopi yang cukup ramai pengunjung kalau malam hari seperti bulan puasa saat ini, ia terjatuh.

"Menurut saksi mata, ia kaget karena adanya berlubang dan langsung dihindari dengan dibanting ke kanan sepeda motornya," paparnya.

Celakanya, bukannya korban terhindar malah tersungkur ke aspal.

Sebab, sebelum jatuh tersungkur, sepeda motor korban beradu depan dengan sepeda motor Vixion yang dikendarai Irfan.

Irfan melaju dari arah berlawanan atau arah selatan atau dari sekolah SMP Negeri setempat.

Diduga tidak menyangka sepeda motor Shogun yang melaju ke arahnya terjatuh, sehingga Irfan tetap melaju.

Akibatnya, adu depan tidak terhindar antara sepeda motor Shogun dengan Vixion itu, hingga keduanya sama-sama tersungkur.

"Bermaksud menghindari jalan berlubang namun malah menyebabkan mereka celaka," ungkapnya.

Tidak berhenti sampai disitu karena di saat Irfan terjatuh setelah beradu banteng itu, dari arah belakangnya muncul sepeda motor Honda Supra yang dikemudikan Kasan.

Mungkin karena jaraknya cukup dekat sehingga sepeda motornya menabrak sepeda motor yang dikendarai Irfan.

Akhirnya, ketiganya sama-sama jatuh dan bergelimpangan.

Memang jalan raya di wilayah perbukitan yang indah itu sepertinya sudah mulai rusak parah, terutama mulai Desa Gandusari sampai Desa Semen, yang berjarak 2 km.

Itu selain sudah lama tak ada perawatan juga banyak dilewati truk yang mengangkut pasir dari Desa Krisik.

Padahal, itu jalan alternatif yang sangat padat, karena pemandangannya cukup bagus sehingga banyak disuka oleh wisatawan meski jalannya juga sempit dan banyak yang tak ada penerangan jalan umum.

"Kinj para korban sudah dibaws ke rumah sakit," pungkasnya.

(TribunPadang.com/TribunJatim.com)

Baca Berita Tribun Manado di sini

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

Tayang di TribunPadang.com dan TribunJatim.com

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved