Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jadi Alternatif Atasi Ketegangan Politik, Partai Golkar Siap Pimpin Koalisi Besar

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dikabarkan akan bersatu menjadi koalisi besar.

Editor: Ventrico Nonutu
TribunWow.com/ HO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan para petinggi partai saat deklarasi penggabungannya menjadi kader di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dikabarkan akan bersatu menjadi koalisi besar.

Koalisi besar tersebut disebut menjadi Koalisi Tengah.

Dengan adanya Koalisi Tengah, ketegangan politik antara Koalisi Perubahan dan PDI-P bisa teratasi.

Koalisi tengah bisa menjadi alternatif.

Partai Golkar disebut bisa menjadi pelopor koalisi besar tersebut.

Baca juga: Terungkap Hasil Pertemuan Prabowo Subianto dan Yusril Ihza Mahendra, Ternyata Bahas Hal Ini

"Intinya di tengah pertarungan Koalisi Perubahan (Nasdem, Demokrat dan PKS) dan PDIP, Golkar akan mempelopori koalisi besar dengan jargonya Koalisi Indonesia Raya untuk Bangkit, Maju dan Berkarya," kata politikus Partai Golkar Nusron Wahid di Jakarta, Kamis (7/4/2023).

Menurut Nusron, koalisi akan mengedepankan komunikasi yang egaliter sehingga tidak akan menimbulkan kecemburuan akibat adanya dominasi.

Namun sebagai anggota koalisi sudah sepantasnya dan wajar kalau nanti Golkar yang menjadi pelopor di depan dan mengkoordinir semua tugas-tugas koalisi.

"Apalagi kita saat ini menjadi partai yang kursi paling banyak. Tapi yang terpenting adalah bahwa di dalam koalisi nanti benar-benar egaliter," ujar Nusron.

Adapun mengenai siapa calon presiden dan cawapresnya nanti akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing Ketua Umum Partai.

"Yang penting capres dan cawapresnya diyakini membawa kemenangan bagi koalisi ini. Saya yakin ketum kami Airlangga Hartarto merupakan sosok alternatif di tengah ketegangan poltitik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nusron mengatakan bahwa rencana membangun koalisi besar sangat terbuka salah satunya karena faktor Ketua Umum Golkar yang bisa diterima di senua kalangan.

Selain itu, selama ini dalam membangun komunimasi dan penjajagan koalisi juga terbukti bisa menjadi dayabtarik.

"Beliau figur politisi yang adem dan santun. Tidak banyak berbicara, karrna beliau memang politisi berbasis teknokrat," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut dua koalisi partai saat ini yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PPP, dan PAN cocok dengan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang terdiri dari Gerindra dan PKB.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved