Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Rabu 5 April 2023

Renungan Harian Keluarga – Matius 27:35-37 Menderita Karena Berbuat Baik

Dihukum dengan cara disalibkan adalah bentuk hukuman bagi para penjahat besar. Penyaliban adalah hukuman yang sangat mengerikan

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Rhendi Umar
Ilustrasi Prosesi Jalan Salib 

Matius 27:35-37
(35) Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
(36) Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
(37) Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”
-----------------------------------

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dihukum dengan cara disalibkan adalah bentuk hukuman bagi para penjahat besar. Penyaliban adalah hukuman yang sangat mengerikan, menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Ilustras Salib
Ilustras Salib (HO)

Salib (bahasa Yunani “Stauros”) terbuat dari balok tegak dan melintang untuk merentangkan kedua tangan dan meletakkan kaki, lalu kedua tangan dan kaki dipaku.

Orang yang terhukum harus memikul sendiri kayu salibnya dan ketika disalibkan akan mati secara perlahan-lahan. Mayatnya kadangkala dibiarkan tergantung dan dagingnya dimakan oleh burung-burung.

Yesus Kristus sebagai manusia merasakan penderitaan akibat hukuman disalibkan.

Pakaian Yesus Kristus dibagi-bagi dan membuang undi, hal ini sesungguhnya merupakan penggenapan dari firman-Nya, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku” (Maz. 22:19).

Di atas kepala Yesus mereka memasangkan tulisan, “Inilah Yesus raja orang Yahudi” disingkat INRI (bahasa Latin “Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum”). Sebutan itu sesungguhnya mengandung penghinaan bagaimana seorang raja harus disalibkan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Patut menjadi perenungan kita, apakah kita hanya sekedar mengetahui kisah penyaliban-Nya tetapi tidak menghayati dan memaknai-Nya dalam kehidupan beriman?

Yesus Kristus telah menanggung dosa-dosa kita tetapi masih ada di antara kita yang suka berkubang dalam dosa bahkan berulang-ulang melakukan.

Ada suami yang menduakan cintanya, istri menjadi pelakor (Perebut laki orang), ada gadis-gadis cantik yang rela menjual kegadisannya demi hidup mewah.

Atau laki-laki dan perempuan senang melakukan hal yang tidak senonoh dengan sesama jenisnya. Masih saja ada di antara kita yang suka mencuri, tidak jujur, menipu, mencari keuntungan dengan tidak sewajarya. Bahkan tidak peduli merugikan orang lain, serta berbagai kejahatan lainnya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Markus 11:17, Rumah Doa

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Janganlah kiranya hal-hal seperti itu terjadi dalam hidup kita orang percaya sebagai umat tebusan-Nya agar kita tidak menyakiti hati sesama dan Tuhan Yesus Kristus.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved