Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:31-34, Cambuk yang Mematikan
Yesus diadili dengan tidak adil bahkan kejam. Di pengadilan agama, Dia dipakaikan jubah ungu sebagai penghinaan, diludahi, diolok-olok, dimahkotai dur
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Merenungkan tentang pengorbanan Yesus Kristus di salib akan membantu kita umat percaya lebih menghargai hidup.
Ya, lantaran Tuhan Yesus menebus kita orang berdosa, karena kita sangat berharga bagi kita.
Berikut rekomendasi renungan harian Kristen dengan judul Cambuk Flagrum yang Mematikan.
Baca juga: Renungan Harian, Amsal 3 :9-10, Sikap Hati adalah Sesuatu yang Penting
Baca Matius 27:31-34 sebagai ayat referensi.
Yesus diadili dengan tidak adil bahkan kejam. Di pengadilan agama, Dia dipakaikan jubah ungu sebagai penghinaan, diludahi, diolok-olok, dimahkotai duri yang menancap dan menusuk daging kepala sehingga berdarah, dipukul dengan buluh, ditinju. Selanjutnya, para prajurit siap membawa Yesus menuju Golgota.
Dari sinilah penganiayaan fisik tak terhingga dimulai dengan sangat sadis dan brutal dengan cambuk. Dalam tradisi Romawi pada waktu itu, hukuman cambuk ada 2. Untuk orang Romawi, cambuk dari rotan. Sedangkan yang non Romawi, dicambuk dengan flagrum. Yesus bukan orang Romawi. Dia orang Yahudi.
Jadi Yesus dicambuk bukan dengan cambuk rotan atau cambuk sapi atau kuda. Tapi Flagrum(Latin) atau flagelum (Yunani). Flagrum adalah cambuk dengan gagang pendek dan bertali 3 (atau lebih).
Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Matius 27:31-34 Pikulah Salib dengan Setia
Di setiap ujungnya ada bola-bola yang dilengkapi dengan penajam yang terbuat dari tima tajam dan tulang domba yang tajam. Di bagian tali juga ada penajam besi dalam bentuk kecil dan tulang kering yang tajam. Di setiap tali biasanya ada 3 atau lebih besi kecil tajam maupun tulang kering yang sangat tajam.
Sehingga di setiap tangkai tali yang berasal dari kulit hewan itu, setidaknya terdapat 3 atau lebih benda tajam dari tima, besi dan tulang binatang berbentuk bola atau yang sekedar ditancapkan pada tapi gagang cambuk.
Ketika para prajurit dengan kekuatannya menyambuk Yesus, maka semua besi, tima dan tulang-tulang tajam itu menancap pada daging Yesus, masuk ke dalam tubuh-Nya.
Dan, ketika mereka menariknya dengan sekuat tenaga pula, maka besi, tima dan tulang tajam itu akan mengangkat serpihan-serpihan daging Yesus. Sekali cambuk, akan langsung terdapat paling kurang 9 luka dengan mengangkat penggalan daging tubuh Yesus.
Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Matius 27:28-30 Jangan membalas hinaan!
Hal ini dilakukan selama 39 kali. Karena itu, jika cambukan ke 2 dilakukan, maka bisa saja mengenai tempat yang sama dan masuk dalam tulang. Maka, bukan belahanya daging Yesus saja yang terangkat oleh tarikan flagrum. Tapi juga dengan serpihan atau penggalan kecil tulang ikut terbawa. Bayangkan betapa nyeri dan ngerinya tubuh Yesus. Itu dilakukan 39 kali.
Itu artinya, cambukan flagrum itu menimbulkan setiraknya 9 x 39 atau 351 luka perih pada daging, tulang dan tubuh Yesus. Sungguh sangat mengerikan. Dalam catatan sejarah hampir tidak ada manusia yang mampu bertahan dengan cambukan.
Yesus adalah satu-satunya yang bisa bertahan hidup oleh cambukan flagrum. Karena itu, para imam kepala melanjutkannya dengan hukuman mati, yakni digantung di salib.
Mereka memaksa Yesus untuk memikul salib-Nya. Tapi karena sengsara-Nya yang amat sangat, Yesus berulang kali terjatuh. Bertepatan ketika rombongan itu ke luar kota, mereka bertemu Simon orang Kirene.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-pembalasan-hak-tuhan.jpg)