Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2023

Sehari Habis 700 Biji, Onde-Onde Jawa Cicin di Bolmong Diburu Pembeli untuk Berbuka Puasa

Di bulan ramadan, banyak orang mencari takjil. Salah satu yang paling banyak dicari di Bolmong adalah onde-onde jawa.

Penulis: Sujarpin Dondo | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
Penjual takjil di Bolmong, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLMONG - Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam.

Selain itu, Bulan Ramadan juga mendatangkan rejeki yang tak sedikit untuk para penjual takjil.

Cicilia Simpuli (26) misalnya, warga Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengaku mendapat kenaikan orderan selama bulan Ramadan.

"Saya hanya membuat dua menu takjil, yakni onde-onde jawa dan minuman dessert buko," ucapnya kepada Tribunmanado, Senin (3/4/2023).

Cewek yang akrab disapa Cicin ini juga mengaku bahwa selama bulan Ramadan pesanan onde-onde jawa dan dessert buko membludak.

"Selama bulan Ramadan ini untuk menu onde-onde jawa sehari habis hingga 700 biji, sedangkan untuk dessert buko sehari habis 500 cup," ucapnya.

Cicin mengatakan bahwa cara dia memasarkan menu buatan sendiri adalah dengan mencari rekan kerja sama untuk menjual menu ini.

"Kalau di saya diantar di penjual, dan saat bulan Ramadan pesanan mereka meningkat bahkan bisa 10 kali lebih banyak dari biasanya," ucapnya.

Bulan Puasa, BBPOM Manado Ingatkan Masyarakat soal Higienitas Takjil dan Makanan Siap Saji

Bulan puasa membuat banyak orang menjual penganan untuk buka puasa (takjil).

Baca juga: Harta Kekayaan Rafael Alun Trisambodo Naik Rp24 Miliar dalam 8 Tahun, Diungkap Ketua KPK

Baca juga: Berikut Jumlah Kasus Tambang Ilegal Sedang Ditangani Polda Sulawesi Utara, Sudah Ada yang Dilimpah

Penjual takjil dan makanan siap saji menjamur di mana-mana.

Sebagai antisipasi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan soal keamanan takjil dan makanan siap saji.

Kepala BPOM Manado, Dra Hariani Apt, mengatakan selain bahan berbahaya, masyarakat juga perlu memperhatikan higienitas takjil dan makanan siap saji.

Biasanya, kata Hariani, meskipun takjilnya dibuat dari bahan yang aman dan tidak mengandung bahan berbahaya, tapi proses penjualan bisa membuatnya tercemar.

"Karena ini musiman, biasanya itu display-nya yang tidak sesuai. Proses penjualannya tidak baik," kata Hariani di sela uji sampel takjil di Kawasan Megamas Manado, Senin (3/4/2023).

Kepala BBPOM Manado, Dra Hariani Apt, mengimbau masyarakat memperhatikan keamanan pangan di tengah menjamurnya penjual takjil dan makanan siap saji.
Kepala BBPOM Manado, Dra Hariani Apt, mengimbau masyarakat memperhatikan keamanan pangan di tengah menjamurnya penjual takjil dan makanan siap saji. (Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved