RHK Rabu 29 Maret 2023
Bacaan Alkitab Yohanes 19:6-9 Vox Populi Melawan Vox Dei
Mengapa? Karena akar masalah atau dasar dari tuntutan massa waktu itu bukanlah suara kebenaran, tapi suara kejahatan
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Yohanes 19:6-9
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ungkapan: _"Vox populi vox Dei,"_ sangatlah tidak cocok bahkan bertentangan dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh Yesus. Vox populi vox Dei artinya suara rakyat suara Tuhan. Yang berlaku kepada Yesus adalah, suara rakyat bukanlah suara Tuhan. Itu jelas terjadi. Karena massa atau rakyat yang bersuara ketika menyerang Yesus, adalah suara iblis.
Mengapa? Karena akar masalah atau dasar dari tuntutan massa waktu itu bukanlah suara kebenaran, tapi suara kejahatan. Yang dilakukan oleh massa hasil hasutan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi adalah kedengkian, dendam, iri hati karena Yesus telah melakukan kebenaran Allah sesuai firman-Nya dengan baik dan benar.
Sehingga sebenarnya Yesus harus dibebaskan. Bahkan harusnya Yesus diangkat menjadi Raja oleh massa, karena Dia telah membuktikan segala sesuatu yang Dia lakukan adalah baik dan benar, sesuai firman Tuhan dan untuk kemaslahatan umat manusia atau untuk kebaikan semua orang, tanpa kecuali. Terutama orang Yahudi, karena Yesus berasal dari sana.

Tetapi yang terjadi adalah pengkhianatan terhadap kebenaran. Pengadilan yang paling tidak adil telah dilakukan kepada-Nya. Bukan pengadilan negara dan juga pengadilan agama yang mengadili-Nya. Sebab baik secara hukum positif (negara) maupun hukum agama, tidak ada yang dilanggar oleh Yesus. Sehingga yang terjadi adalah hukum atau pengadilan rakyat, yang jauh lebih sadis dari hukum rimba.
Pengadilan rakyat yang melawan kebenaran sekaligus melawan hukum Tuhan dan hukum negara. Padahal seharusnya, hukum atau pengadilan rakyat itu adalah untuk kebaikan rakyat.
Tapi ini yang berlaku sebaliknya. Yesus yang membawa damai, sukacita, sejahtera dan keselamatan bahkan berkat kehidupan di bumi dan di sorga bagi manusia, justeru dikhianati bahkan dihukum mati.
Pilatus tak sanggup menahan apalagi melawan hasutan dan provokasi para imam kepala cs. Mereka meneriaki Yesus harus disalibkan. Massa menjadi hakim bagi Yesus dengan cara yang sangat kejam.
Yesus yang adalah benar-benar Anak Allah, disangkal. Padahal Dia telah membuktikan dengan berbagai mujizat yang Dia lakukan. Juga segala pengajaran dan kebaikan serta keteladanan dan kasih yang tiada terbatas Dia lakukan untuk semua orang.
Pilatus Ketakutan dengan kondisi yang semakin mencekam itu. Apalagi dia juga takut akan kehilangan jabatannya jika terjadi eskalasi kekacauan yang menuju huru-hara dan menciptakan chaos.
Pilatus lalu masuk lagi menemui Yesus. Dia bertanya tentang asal Yesus. Tapi Yesus tidak menjawabnya. Dia takut ketika disebutkan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Maka dia sebenarnya berusaha membebaskan-Nya. Tapi, ternyata pengadilan rakyat model hukum rimba yang berlaku bagi Yesus.
Baca juga: Bacaan Alkitab - Yohanes 19:1-3 Yesus, Raja yang Disesah
Baca juga: Bacaan Alkitab - Yohanes 16:33 Aku Telah Mengalahkan Dunia
Demikian firman Tuhan hari ini.
Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah." (ay 6-7)
Sebenarnya, suara rakyat yang sesungguhnya adalah suara Tuhan (vox populi vox Dei). Tapi yang Yesus alami adalah vox populi not vox Dei suara rakyat bukan suara Tuhan). Tapi suara si jahat.
Maka yang terjadi adalah menghukum dan membinasakan yang benar. Yakni melawan suara Tuhan. Jadi, massa atau rakyat justeru melawan suara Tuhan.
Sebagai umat yang percaya kepada Kristus, kita harus meneladani sikap hidup, ketetapan hati serta ketaatan dan kesetiaan Yesus kepada firman Tuhan. Meski disiksa, tetapi Dia tetap mengikuti firman Tuhan sesuai nas Sitab Suci.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.