Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Apa Itu Kemoterapi, Pengobatan Bagi Penderita Kanker, Berikut Prosedur dan Efek Sampingnya

Saat Anda menderita kanker, kemoterapi adalah salah satu pengobatan yang bisa Anda pilih.

Editor: Glendi Manengal
via Kompas.com
Foto Ilustrasi kemoterapi untuk pengobatan kanker 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui kesehatan menjadi hal yang sangan penting bagi kehidupan manusia.

Terkait hal tersebut banyak orang melakukan apa saja demi mendapatkan kesehatan.

Namun meski begitu tetap ada saja yang mendapatkan penyakit hingga harus mengeluarkan banyak biaya buat pengobatan.

Salah satunya penderita kanker.

Penderita kanker bakal menjalani pengobatan dengan kemoterapi.

Lantas apa itu kemoterapi? yang jadi pengobatan untuk penderita kanker.

Berikut ini penjelasannya.

Baca juga: Fakta Baru AKP Agnis Juwita Manurung, Kasat Lantas Hedon yang Suka Flexing, Terungkap Berapa Gajinya

Baca juga: Bukti Baru Soal Kematian Briptu RF Ajudan Kapolda Gorontalo, Ada Postingan Berbau Kematian

Saat Anda menderita kanker, kemoterapi adalah salah satu pengobatan yang bisa Anda pilih.

Ada banyak jenis obat kemoterapi, tetapi semuanya bekerja dengan cara kerja yang sama.

Obat-obat kemoterapi menghentikan reproduksi sel kanker, yang mencegahnya tumbuh dan menyebar di dalam tubuh.

Artikel ini akan mengulas secara ringkas tentang kemoterapi, prosedur, dan potensi efek samping yang bisa timbul.

Apa itu kemoterapi?

Mengutip Cancer.net, kemoterapi adalah cara mengobati kanker dengan menggunakan obat-obatan yang berbahan kimia kuat untuk menghancurkan sel kanker dari berbagai jenis.

Cara kerja kemoterapi yaitu dengan menjaga agar sel kanker tidak tumbuh, membelah, dan membuat lebih banyak sel.

Ini adalah pengobatan sistemik. Artinya, ia bergerak melalui aliran darah dan mencapai seluruh bagian tubuh.

Kemoterapi dapat digunakan, jika kanker telah menyebar atau ada risiko ke arah sana.

Bagaimana prosedur kemoterapi?

Mengutip Cancer.net, ada beberapa prosedur kemoterapi yang bisa dilakukan. Ini bergantung pada tujuan kemoterapi, yaitu sebagai berikut:

Terkadang, tujuan pengobatan kemoterapi adalah untuk menyingkirkan semua kanker dan mencegahnya kembali. Ini disebut "kemoterapi kuratif".

  • Sebelum perawatan lainnya

Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi atau terapi penyinaran untuk mengecilkan tumor. Ini bisa disebut "kemoterapi neoadjuvan".

  • Setelah perawatan lainnya

Kemoterapi dapat diberikan setelah operasi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa. Ini disebut "kemoterapi adjuvan".

  • Untuk memperlambat perkembangan kanker dan meringankan gejala

Ketika kanker tidak dapat disembuhkan, kemoterapi dapat mengecilkan sebagian tumor serta mencegah tumor tumbuh dan menyebar untuk waktu yang lama.

Dalam pengaturan seperti ini, kemoterapi dapat memperpanjang kelangsungan hidup, meringankan gejala terkait kanker, dan meningkatkan kualitas hidup.

Kemoterapi yang digunakan untuk tujuan ini disebut "kemoterapi paliatif".

Tujuan kemoterapi bergantung dari jenis kanker dan seberapa jauh penyebarannya (stadium kanker).

Kemoterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker berulang dan kanker metastatik.

Kanker berulang adalah kanker yang muncul kembali setelah pengobatan. Kanker metastatik adalah kanker yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Sementara itu, pengobatan kanker ini dapat diberikan kepada pasien dengan beberapa prosedur berbeda, sebagai berikut:

  • Kemoterapi intravena (IV): pemberian obat yang dilakukan dengan cara disuntikan langsung ke pembuluh darah.
  • Kemoterapi oral: obat kemoterapi yang diminum, bisa berupa pil, kapsul, atau cairan.
  • Kemoterapi suntikan: pemberian obat kemoterapi yang diberikan berupa cairan dan disuntikan di otot atau di bawah kulit.
  • Kemoterapi ke dalam arteri: suntikan obat kemoterapi yang diberikan ke dalam arteri, pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Terkadang kemoterapi disuntikkan ke dalam arteri yang langsung mengarah ke kanker. Ini disebut kemoterapi intra-arteri atau IA.
  • Kemoterapi ke peritoneum atau perut: pemberian obat kemoterapi yang ditempatkan langsung di perut. Cara ini bekerja untuk kanker yang melibatkan peritoneum. Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang sering menyebar ke peritoneum.
  • Kemoterapi topikal: obat kemoterapi yang diberikan dengan cara dioles di kulit.

Apa efek samping kemoterapi?

Bagaimana rasanya kemoterapi yang dirasakan oleh para penyintas kanker tergambar dari macam efek samping pengobatan yang bisa timbul.

Kemoterapi dapat menyebabkan penderita kanker merasakan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan.

Mengutip NHS, itu karena kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak sel-sel sehat saat mereka menjalani siklus sel normalnya.

Berikut macam efek samping kemoterapi yang bisa dirasakan para penderita kanker:

  • Kelelahan (fatigue): ini salah satu efek samping kemoterapi yang paling umum.
  • Merasa tidak enak badan, mual, dan muntah
  • Rambut rontok: umum terjadi di kepala, tetapi kerontokan rambut juga bisa terjadi di lengan, kaki, dan wajah. Biasanya ini bersifat sementara dan bisa tumbuh lagi setelah perawatan selesai.
  • Mudah infeksi: kemoterapi dapat mengurangi kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi. Ini membuat Anda lebih mungkin terkena infeksi yang bisa membuat Anda sakit parah.
  • Anemia: karena kemoterapi menurunkan jumlah sel darah merah Anda, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Memar dan berdarah: ini karena kemoterapi juga dapat mengurangi jumlah sel trombosit, yang bekerja dalam pembekuan darah dan mencegah pendarahan.
  • Sakit mulut: terkadang kemoterapi bisa membuat lapisan mulut sakit dan teriritasi.
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan kulit dan kuku: ini bisa meliputi berubah kering, berubah warna, lebih sensitif, dan gatal.
  • Gangguan memori dan konsentrasi: beberapa orang memiliki masalah dengan ingatan jangka pendek, konsentrasi, dan rentang perhatian mereka selama kemoterapi.
  • Gangguan tidur: beberapa orang mengalami kesulitan tidur atau terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur kembali.
  • Masalah seks dan kesuburan: gairah seks menurun, tetapi bisa berangsur pulih. Beberapa obat kemoterapi juga dapat mengurangi kesuburan pada pria dan wanita. Beberapa orang bisa mengalami efek sementara, sedangkan orang lainnya permanen.
  • Diare dan sembelit: Anda bisa mengalami ini beberapa hari setelah kemoterapi.
  • Masalah emosional: menjalani kemoterapi bisa menjadi pengalaman yang membuat orang frustrasi, stres, dan trauma.

Apapun efek samping kemoterapi yang Anda alami, Anda harus melaporkannya kepada dokter yang menangani Anda untuk bisa dicarikan cara mengatasinya.

Baca berita Tribun Manado lainnya di Google News

Telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved