RHK Sabtu 25 Maret 2023
Renungan Harian Keluarga – Markus 14:50-52 Melarikan Diri dari Kenyataan
Pujian dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Allah yang selalu menuntun dan menyertai kehidupan kita sampai saat ini.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Markus 14:50-52
(50) Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
(51) Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
(52) tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.
---------------------------------
TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Pujian dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Allah yang selalu menuntun dan menyertai kehidupan kita sampai saat ini. Apa yang akan kita lakukan kalau kita menghadapi masalah? Sebagai orang percaya kita akan mengambil sikap untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
Tetapi ketika ada orang lain bermasalah hukum kita menghindar untuk melibatkan diri. Murid-murid Yesus Kristus mengalami situasi yang sangat sulit, yakni ketika Yesus Kristus ditangkap, maka semua murid-Nya meninggalkan Dia dan melarikan diri (ay. 50).
Komitmen Simon Petrus dan teman-temannya, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.”
Semua yang lainpun berkata demikian juga.” (Mrk. 14:31), ternyata hilang dalam sekejap. Mereka melarikan diri dari kenyataan, meninggalkan Yesus Kristus seorang diri dalam penderitaan dan sengsara-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Seorang muda yang mengikuti Yesus Kristus juga mengalami hal yang sama. Ia berjumpa dengan Yesus Kristus dan meyakini ajaran-Nya. Ia berkomitmen untuk mengikuti- Nya.
Namun kenyataan berbicara lain, ia menyaksikan Yesus Kristus ditangkap oleh para prajurit, bahkan ia sendiri juga hendak ditangkap.
Ia lepas kendali, ia menanggalkan kain atau bajunya dan lari dalam keadaan telanjang (ay. 51-52). Ia begitu terpukul, Yesus Kristus yang mengubah kehidupannya sekarang ditangkap.
Orang muda tersebut tidak memahami bahwa penangkapan Yesus Kristus adalah bagian dari rencana karya keselamatan Tuhan Allah dalam dunia ini. Sebab tanpa penderitaan dan kematian Yesus Kristus, rnaka tidak ada pengharapan keselamatan bagi umat manusia.
Baca juga: Renungan Harian Kristen, Ibrani 11:1, Membangun Iman yang Teguh
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman hari ini, saat kita sedang menghayati sengsara Yesus Kristus, hendak mengingatkan untuk tidak menyerah dengan keadaan hidup yang mengancam.
Mungkin saja saat ini kita sedang menghadapi kesulitan ekonomi, pekerjaan yang belum mapan, sakit yang berkepanjangan dan lain sebagainya. Tetaplah kuat dan setia di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian dalam menapaki kembara hidup di dunia ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-yohanes-murid-yesus-yang-menulis-kitab-wahyu-121.jpg)