Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 20 Maret 2023

Bacaan Alkitab - Markus 14:44 Konspirasi Jahat Berkedok Ciuman

Ciuman atau berciuman itu hal biasa untuk kalangan tertentu. Apalagi sebelum Covid 19 melanda dunia

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
renunganpdk
Yudas Iskariot 

  Markus 14:44
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ciuman atau berciuman itu hal biasa untuk kalangan tertentu. Apalagi sebelum Covid 19 melanda dunia, kebiasaan cium-mencium itu sudah lumrah.

Lebih populer lagi disebut Cipika (cium pipi kanan) dan Cipiki (cium pipi kiri). Secara normal hal ini menyatakan rasa sukacita, senang dan bahagia kepada orang yang diberi ciuman. Ataupun juga sekedar salam, tapi sekaligus dimaknai dengan rasa senang dan tanda keakraban atau kedekatan, apalagi jika lama tidak ketemu.

Tapi ternyata, tidak semua ciuman seseorang itu tulus. Raja Salomo dalam
Amsal 27:6 mengatakan: _"Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."_

The Passion Of The Christ
The Passion Of The Christ (Istimewa)

Artinya tidak semua ciuman tulus dari hati. Ada yang dusembunyikan di baliknya. Ciuman kemunafikan. Salomo mengingatkan harus hati-hati dengan ciuman lawan yang dilakukan dengan limpah.

Masih lebih baik pukulan seorang kawan daripada ciuman berlimpah dari lawan. Karena ciuman lawan cenderung tidak tulus, sedangkan kawan pasti tulus, sekalipun dia memukul kita. Itu sifatnya membangun.

Namun hal itu sangat jauh berbeda dengan "ciuman Yudas." Ciuman Yudas dikenal sebagai ciuman pengkhianatan. Itu dilakukannya kepada Orang yang paling dekat dengannya, yang juga Guru (Rabi) dan pimpinannya, yakni Yesus.

Dia adalah kawan terdekat Yesus, karena dia adalah bendahara-Nya sehingga Yudas menjadi orang kepercayaan dan sangat dekat dengan Yesus, dibandingkan murid lainnya.

Yudas adalah kawan baik Yesus. Tetapi ciuman Yudas kepada Yesus adalah ciuman kawan yang ternyata adalah lawan. Dia mencium seakan-akan kawan, padahal telah berpaling menjadi lawan.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga Markus 14:44 – Skenario Menangkap Yesus

Baca juga: Bacaan Alkitab - Lukas 22:33-34 Dipenjara dan Mati Demi Kristus

Dia telah menjadi pengkhianat dengan menjual Yesus seharga 30 keping perak. Harga yang menghina seorang Kawan baik, Guru, Pimpinan dan bahkan Tuhan. Itu adalah penghujatan sekaligus pengkhianatan terbesar sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.

Yudas menyangka bahwa Yesus tidak tahu. Dia berpikir bahwa akal bulus otak liciknya tersimpan rapi dan tak diketahui siapapun. Dia lupa bahwa Yesus juga adalah Tuhan. Dia mahatahu dan tahu apa yang Yudas lakukan.

Yudas mengibuli Yesus dengan ciuman agar Yesus tidak curiga. Konspirasinya dengan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua serta prajurit Romawi bahwa yang dia cium, itulah Yesus, tangkaplah Dia. Yudas menerima sogokannya dengan mengobral atau menjual murah Yesus, Tuhan dan Juruselamat dunia. Yesus, tahu semuanya dan menerima sesuai nubuat Kitab Suci.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat."  (ay 44)

Ciuman penuh kemunafikan, seorang kawan yang ternyata lawan oleh Yudas jelas-jelas merupakan pengkhianatan yang mengerikan.

Karena selain menjadi konspirasi jahat, juga adalah kejahatan memberangus bahkan membunuh Kebenaran Sejati, yakni Tuhan Yesus. Yesus menjalani semuanya dalam kerendahan hati, penuh kepasrahan dan kesediaan berkorban nyawa demi kita yang sangat Dia sayangi.

Apa yang dilakukan Yudas ini adalah sebuah kebiadaban. Karena dilakukan kepada kawan baik, Pemimpin terbaik, Guru Agung, Orang yang sangat mengasihinya dan juga selalu melakukan kebaikan bagi dirinya dan banyak orang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved