Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tragedi Kanjuruhan

Kabar Terbaru Kasus Tragedi Kanjuruhan, Terdakwa Divonis Bebas, Korban yang Selamat Menangis

Terdakwa kasus Tragedi Kanjuruhan divonis bebas. Korban yang selamat bertanya-tanya sambil menangis.

Editor: Frandi Piring
TribunJatim.com
Terdakwa kasus Tragedi Kanjuruhan Malang yaitu Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno telah menerima vonis dari Majelis Hakim pada Kamis (9/3/2023). Terdakwa kasus Tragedi Kanjuruhan divonis bebas. Korban yang selamat bertanya-tanya sambil menangis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus Tragedi Kanjuruhan telah sampai pada tahap vonis terhadap para terdakwa.

Dua terdakwa divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Hasil vonis tersebut membuat kepercayaan Aremania terhadap proses hukum dalam perkara tragedi Kanjuruhan mulai luntur.

Bahkan, ada korban yang selamat dalam Tragedi Kanjuruhan sampai bertanya-tanya sambil menangis menanggapi putusan vonis itu.

Vonis bebas dan ringan diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya terhadap tiga terdakwa polisi dalam persidangan yang dilaksanakan pada Kamis (16/3/2023).

Koordinator Tim Gabungan Aremania (TGA), Dyan Berdinari mengatakan,

pihaknya menerima keluh kesah kekecewaan dari para korban dan keluarganya terkait vonis tersebut.

"Ini tadi saja sudah beberapa yang telepon ke kami menanyakan perihal ini meminta kejelasannya,

mereka rata-rata sambil menangis kok sampai segini putusannya," kata Dyan pada Kamis (16/3/2023).

Kericuhan dan kerusuhan mewarnai pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Kericuhan dan kerusuhan mewarnai pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022). (KOMPAS.com/Suci Rahayu)

Menurutnya, korban dan keluarganya tidak bodoh dalam menyikapi proses hukum yang berjalan.

Meski tidak semua memahami hukum, tetapi memiliki perasaan untuk memahami persoalan.

"Keluarga korban cukup melihat bahwa tragedi Kanjuruhan ini bukan semata karena kesalahan penataan stadion,

bukan semata karena kesalahan pintu, tapi penyebabnya karena gas air mata.

Baca juga: Berita Populer: Nama Terdakwa Tragedi Kanjuruhan, Kisah TKW di Saudi, Kisah Haru saat Banjir Manado

Ini yang mengakibatkan gas air mata yang menjadi korban tragedi, siapa yang menembakkan gas air mata kan sudah jelas," katanya.

Pihaknya menganggap proses hukum yang berjalan hanyalah sandiwara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved