RHK Kamis 16 Maret 2023
Bacaan Alkitab - Lukas 22:33-34 Dipenjara dan Mati Demi Kristus
Petrus berbeda dengan murid-murid Yesus yang lain. Dia agak meledak-ledak, berani dan terkadang teledor
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku." (ay 32, 33)
Itulah Petrus. Dia sering disebutkan mewakili prilaku dan kepribadian manusia pada umumnya. Dia pernah jatuh dalam dosa, terutama penyangkalannya akan Tuhan. Tetapi dia segera insaf, bertobat dan melayani serta mengikuti Tuhan sepanjang hidupnya. Nyawanya juga dia serahkan untuk Kristus.
Dalam masa raya Minggu Sengsara ini, kita diingatkan bahwa mengikut Tuhan Yesus, tidak gampang. Butuh pengorbanan, kesabaran, kesetiaan dan ketaatan.
Harus rendah hati dan memiliki hati sebagai hamba, mengasihi sesama tanpa batas, sekalipun kita dibenci oleh orang yang kita kasihi.
Kita dimusuhi, difitnah, dihina serta dibenci tanpa alasan dan dasar yang jelas. Orang yang kita kasihi dan kita tolong bukan mengasihi dan menolong kita dalam kesusahan, justeru merekalah yang melupakan kita bahkan lebih menyusahkan hidup kita lagi.
Itulah antara lain bentuk-bentuk salib yang kita pikul sebagai pengikut Kristus. Hal demikian terkadang terjadi bertubi-tubi.
Seperti tidak berakhir. Satu masalah selesai, masalah lain muncul. Inilah waktunya kita diuji. Inilah kesempatan bagi kita untuk naik level (kelas) dalam kehidupan beriman dalam Tuhan.
Maka sebagai umat Allah, anak Tuhan dan hamba-Nya yang baik, kita harus tetap sedia memikul salib. Pikullah salib.
Jangan takut. Tuhan akan meringankan beban kita. Dia akan mengambil alih semuanya.
Dia akan mengangkat segala penderitaan kita dan menggantikannya dengan mahkota kemuliaan, kemenangan dan berkat melimpah dalam hidup kita yang tetap setia memikul salib berat.
Dia menolong kita dan senantiasa mengulurkan tangan kasih-Nya bagi kita yang tetap konsisten mengikuti Dia.
Percayalah, pertolongan Tuhan berkat kasih karunia-Nya akan datang tepat dan indah pada waktunya. Kita akan dibuat-Nya terheran-heran oleh perbuatan tangan-Nya yang ajaib.
Sehingga aman, damai dan hidup berlimpah berkat menjadi milik kita, selamanya. Amin
Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami memikul salib, dan menanggung beban berat dalam penderitaan. Tolong, sertai dan berkatilah kami selalu. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kisah-Yesus-dan-Petrus-Berjalan-di-Atas-Air-Tetapi-Murid-Yesus-itu-Tenggelam-karena-Takut.jpg)