Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Fakta Penemuan Mayat di Perairan Pelabuhan Manado, Identitas Hingga Penyakit yang Diderita

Minggu 26 Februari 2023 kemarin pagi warga Manado heboh dengan penemuan mayat seorang laki-laki di laut pelabuhan Manado.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
kolase Tribunmanado/ HO
Update Identitas Penemuan Mayat di Pelabuhan Manado Hari ini, Viral di Medsos Pakai Celana Pendek 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nelayan di Manado sempat dikejutkan dengan penemuan mayat.

Mayat seorang pria tersebut ditemukan mengapung di pelabuhan Manado.

Jenasah tersebut kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Basarnas Gorontalo Temukan Jenasah Gune Kamajati di Hutan Bakau, Sudah Hilang Lima Hari

Warga Manado, Sulawesi Utara, kembali dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria di belakang KSOP Manado, Minggu (26/2/2023).
Warga Manado, Sulawesi Utara, kembali dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria di belakang KSOP Manado, Minggu (26/2/2023). (HO Facebook Rukmini Mahole)

Namun dari keluarga menolah untuk melakukan autopsi.

jenasah tersebut diketahui bernama Maxi Kandouw.

Setiap hari ia bekerja sebagai buruh lepas.

Keluarga korban rupanya mengetahui kabar tersebut dari media sosial.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan 4 Jenasah Sekeluarga Ditemukan Tewas di Kalideres, Tak Ada Sisa Makanan di Lambung

Diberitakan sebelumnya, warga Kota Manado Sulawesi Utara ( Sulut ) dihebohkan dengan penemuan mayat di pelabuhan Manado.

Minggu 26 Februari 2023 kemarin pagi warga Manado heboh dengan penemuan mayat seorang laki-laki di laut pelabuhan Manado.

Identitas korban sempat belum diketahui kepolisian, hingga keluarga datang dan membawa bukti-bukti yang ada.

Dia bernama Maxi Kandouw (58) buruh harian lepas, warga Kelurahan Wewelen Lingkungan VI Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa.

Baca juga: Jenasah Pria Terlilit Lakban Ditemukan di Irigasi, Diduga Korban Pencurian, Ini Identitasnya

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso menerangkan adik korban Flora Kandouw telah datang menemui pihak kepolisian dan telah membuat surat Pernyataan penolakan Otopsi.

"Dari pihak keluarga korban juga menjelaskan bahwa korban sakit gangguan kejiwaan dan sakit epilepsi"ujar Sugeng Senin (27/2/2023).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved