Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Honda

Rupiah Melemah dan BBM Naik, Harga Oli serta Suku Cadang di Manado Mulai Naik

Sektor otomotif di Manado mulai merasakan hantaman dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS serta kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Fernando_Lumowa
ILUSTRASI - Foto ilustrasi servis sepeda motor Honda. Pantauan di lapangan menunjukkan harga oli di Manado, Sulawesi Utara, naik. Kenaikannya bervariasi. 

Ringkasan Berita:
  • Sektor otomotif di Kota Manado mulai merasakan hantaman beruntun dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS serta kenaikan harga BBM non-subsidi.
  • Kondisi makroekonomi ini memicu lonjakan harga pada produk perawatan kendaraan, yakni pelumas (oli) dan suku cadang.
  • Pantauan di lapangan menunjukkan harga oli di Manado naik. Kenaikannya bervariasi.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Sektor otomotif di Kota Manado mulai merasakan hantaman beruntun dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS serta kenaikan harga BBM non-subsidi.

Kondisi makroekonomi ini memicu lonjakan harga pada produk perawatan kendaraan, yakni pelumas (oli) dan suku cadang.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga oli di Manado, Sulawesi Utara, naik. Kenaikannya bervariasi.

Mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu untuk kemasan bervolume 0,8 liter hingga 1 liter, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di jaringan diler resmi, penyesuaian tarif ini sudah berjalan sejak awal bulan.

Sales Manager Tridjaya Motor Sam Ratulangi Manado, Erwin Momuat, mengonfirmasi bahwa pergeseran harga oli motor rata-rata mulai berlaku per 1 Mei 2026.

"Kenaikan harga sekitar 10 sampai 12 persen. Oli rata-rata naik Rp 8 ribu," ujar Momuat kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (19/5/2026).

Menariknya, kenaikan ini tidak serta-merta menyurutkan minat pemilik kendaraan untuk merawat mesin mereka.

Menurut Erwin, kesadaran masyarakat akan pentingnya performa kendaraan tetap tinggi.

"Sejauh ini aman karena konsumen merasa ganti oli rutin harus dan memilih oli asli," ujarnya.

Selain pelumas, komponen suku cadang juga tidak luput dari kenaikan harga.

Bagi diler sepeda motor Honda, situasi ini mendatangkan tantangan tersendiri dalam mengedukasi pasar.

Konsumen kini menjadi lebih sensitif terhadap harga dan kerap membandingkan produk diler dengan suku cadang imitasi (KW) yang beredar di pasaran.

Menyikapi hal tersebut, pihak diler terus memberikan pemahaman mengenai jaminan kualitas produk original Honda.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved