Renungan Kristen
Renungan Kristen Yohanes 15:8, Memuliakan Allah, Berarti Murid Yesus
Siapakah murid Yesus? Apakah syaratnya dan bagaimana caranya menjadi murid Yesus? murid Yesus adalah setiap orang yang hidup memuliakan Allah
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Bukan itu buah yang dimaksudkan. Tapi, buah banyak yang dimaksudkan di sini adalah, segala yang kita lakukan adalah berbentuk kebaikan, kebajikan, kebenaran, kasih dan semua pengajaran serta teladan Kristus dalam hidup kita.
Sehingga, apa yang kita hasilkan, tidak hanya menguntungkan diri kita, tapi menjadi berkat bagi sesama, mendatangkan sukacita bagi orang lain. Dengan demikian hidup kita menyenangkan hati Tuhan.
Murid Yesus tidak hidup untuk diri sendiri. Kita dihadirkan untuk jadi berkat bagi banyak orang. Buah yang kita hasilkan harus dinikmati semua orang. Begtulah tolok ukur buah kehidupan kita. Yakni bermanfaat bagi sesama serta yang memuliakan dan menyenangkan hati Allah. Maka layaklah kita menjadi murid Yesus
Demikian firman Tuhan hari ini. "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (ay 8)
Secara detil rasul Paulus menerjemahkan atau menjelaskan tentang buah yang Tuhan Yesus maksudkan. Yaitu, berupa buah-buah Roh. Karena orang Kristen hidup bukan dengan cara dunia.
Justru orang Kristen hadir untuk memenangkan dunia, berbuah bagi dunia dengan membawa Kabar Baik kepada semua orang. Sehingga, dari kesaksian iman kita, semakin banyak orang menjadi percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia.
Buah Roh yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus sebagaimana pengajaran dan teladan Kristus, adalah sebagaimana yang terdapat dalam Galatia 5:22, 34; *Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."
Murid Yesus tidak boleh hidup dalam daging atau mengutamakan dunia, sebab hal itu tidak memuliakan Allah tapi menyakiti hati-Nya. Jauhkanlah itu. Jika kita masih berkanjang dalam kejahatan, kita tidak layak menjadi murid Yesus. Kita juga tak layak menjadi orang beriman, umat Allah.
Pakailah hidup kita untuk kemuliaan Allah. Karena itu hidup kita harus berbuah lebat, sehingga menjadi berkat bagi diri kita dan semua orang, yang bermuara untuk memuliakan Tuhan.
Jauhkan segala yang jahat. Hiduplah dalam kasih. Itu menyenangkan hati Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Maka pasti Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita, sebagai murid-Nya yang setia. Amin
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.