Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Kusnadi Kini Dinonaktifkan, Megawati Tunjuk MH Said Abdullah Jadi Plt Ketua DPD PDIP Jatim

Sosok Kusnadi Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Jawa Timur.

Editor: Ventrico Nonutu
DOK
MH Said Abdullah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Kusnadi, Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Jawa Timur.

Kusnadi dikabarkan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Jatim.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No 283/KPTS/DPP/II/2023 yang dikeluarkan DPP PDI Perjuangan.

Baca juga: Hasil Akhir Manchester United vs Crystal Palace Liga Inggris, Casemiro Kartu Merah

Untuk mengisi kekosonganpucuk pimpinan DPD PDIP Jatim, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menunjuk MH Said Abdullah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim.

Isinya pembebastugasan Kusnadi dari jabatan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan penunjukkan Said sebagai Plt serta Budi Sulistyono atau Kanang sebagai pelaksana harian (Plh) DPD PDI Perjuangan Jatim.

Saat dikonfirmasi Said membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, selama dua bulan ke depan dia diberi tugas dari partai untuk sejumlah hal prioritas.

"Kepemimpinan saya di DPD PDI Perjuangan Jatim yang utama adalah menjaga moral dan soliditas Partai di Jatim," kata Said, Sabtu (4/2/2023).

Said merupakan politisi asal Sumenep Madura. Dari sejumlah catatan, pada tahun 2014 hingga 2019, Said pernah ditugasi sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bidang Kemaritiman. Kemudian Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian hingga saat ini.

"Saya harap semua petugas dan kader PDI Perjuangan tegak lurus tanpa keraguan untuk terus menggelorakan kerja kerakyatan, dan kerja gotong royong sesama kader partai," tambah Said.

Keputusan penonaktifan Kusnadi disebutkan agar politisi yang juga Ketua DPRD Jatim fokus pada proses hukum yang tengah dilalui legislatif di DPRD Jatim pasca KPK mencokok Wakil Ketua DPRD Jatim. Pimpinan DPRD Jatim beberapa waktu lalu turut dimintai keterangan.

Menurut Said, pihaknya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Disisi lain, Said mengingatkan kepada sejumlah petugas partai di Jawa Timur untuk tidak mencemari nama baik partai.

"Jangan hancurkan nama baik keluarga, dan nama baik partai. Jangan khianati kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atas jabatan jabatan publik yang di emban oleh seluruh petugas partai," ungkapnya.

Telah tayang di TribunJatim.com

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita Terbaru Tribun Manado KLIK INI

Sumber: TribunJatim.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved