Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Psikologi

Schadenfreude, Ketika Anda Bahagia di Atas Penderitaan Orang Lain

Schadenfreude dalam bahasa Jerman secara harfiah berarti "membahayakan kegembiraan" dan mengacu pada tindakan menikmati kemalangan orang lain.

Editor: Rizali Posumah
HO
Ilustrasi - Schadenfreude dikutip Psychology Today, dalam bahasa Jerman secara harfiah berarti "membahayakan kegembiraan" dan mengacu pada tindakan menikmati kemalangan orang lain. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Anda pernah merasa senang saat melihat seseorang kehilangan pekerjaannya? 

Atau saat seseorang mengalami sebuah insiden dalam hidupnya dan anda merasa senang?

Bila jawabannya ya, maka bisa saja anda termasuk dalam apa yang dinamakan Schadenfreude.

Lantas apa itu Schadenfreude? dikutip Psychology Today, dalam bahasa Jerman secara harfiah berarti "membahayakan kegembiraan" dan mengacu pada tindakan menikmati kemalangan orang lain.

Sebenarnya apa sih faktor mendasar yang membuat kita merasakan satu emosi di atas?

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menjelaskan, jawabannya mungkin hanya bermuara pada apakah Anda menyukai seseorang atau tidak.

Pada studi ini para peneliti mengamati reaksi terhadap subjek uji yang terlibat dalam berbagai tugas perjudian.

Di mana mereka menang, kalah, atau menonton orang asing bermain.

Hasil penelitian menunjukkan ketika penjudi adalah orang asing atau orang yang disukai, maka semua subjek menunjukkan empati.

Namun, ketika pemain tidak disukai, subjek dengan kecenderungan pro-diri (yang cenderung mengutamakan kepentingan pribadi) lebih mungkin mengalami schadenfreude dibandingkan dengan mereka yang lebih pro-sosial (atau lebih cenderung mengejar keuntungan kolektif untuk diri mereka sendiri dan lebih menunjukkan empati kepada pemain lainnya).

Jadi, bagaimana emosi Anda dibentuk ketika menyukai seseorang bukanlah fenomena yang hanya berlaku untuk orang dewasa.

Pada tahun 2015, peneliti menganalisis apakah bisa kesukaan serupa ada pada anak-anak dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang berbagai cerita berbasis gambar, di mana karakter utama mengalami semacam kemalangan.

Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak berusia 4 tahun dapat mengalami schadenfreude dan simpati tergantung pada situasinya.

Seperti orang dewasa dari penelitian sebelumnya, anak-anak lebih simpatik (perilaku pro-sosial) ketika protagonis disukai, serta ketika mereka lebih positif secara moral dan ketika jelas bahwa hal-hal buruk yang terjadi pada mereka bukan kesalahan mereka.

Di sisi lain, anak-anak merasa schadenfreude ketika protagonis tidak disukai, jika mereka tidak bermoral, dan jika mereka bersalah atas kemalangan mereka.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved