Manado Sulawesi Utara

Torang Samua Basudara, Umat Nasrani dan Muslim Meriahkan Imlek 2574 di Manado Sulawesi Utara

Di Bumi Nyiur Melambai, toleransi antarumat beragama terawat. Saling menghormati antar pemeluk agama kuat mengakar.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa.
Warga berbaur di Kampung Cina Manado merayakan Imlek 2574 Kongzili, Sabtu (21/01/2023). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara yang dikenal sebagai barometer kerukunan umat beragama bukan teori di atas kertas.

Di Bumi Nyiur Melambai, toleransi antarumat beragama terawat.

Saling menghormati antar pemeluk agama kuat mengakar.

Tak heran, Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara) jadi semboyan yang benar-benar dimaknai warga Sulawesi Utara.

Satu dalam keberagaman itu kembali tercermin dalam perayaan Imlek 2574 Kongzili di Manado.

Ribuan orang memadati Kampung Cina Manado, Sabtu (21/01/2021) malam hingga Minggu (22/01/2023) dini hari.

Selain warga Tionghoa, masyarakat dari berbagai golongan berbaur bersama.

Penganut Nasrani dan Katolik, Muslim dan golongan lainnya berbaur bersama.

Yanti Antu satu di antaranya. Perempuan berjilbab ini berada di antara ratusan orang di depan Klenteng Ban Hing Kiong.

"Seperti sudah jadi tradisi, tiap Imlek pasti datang ke sini (klenteng)," kata warga Kelurahan Istiqlal (Kampung Arab) ini.

Yanti datang bersama teman-temannya. Mereka foto-foto berlatar klenteng.

Antusiasme senada ditunjukkan Darmi, ibu rumah tangga asal Karombasa.

Datang tak sendiri, ia didampingi anak dan beberapa ponakan. Mereka terlihat senang ketika selfie di bawah lampion.

"Ini baru pertama kali. Ternyata sangat ramai," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved