Liga Italia
Dulu Calciopoli, Kini Juventus Terseret Plusvalenza, Berikut Skandal yang Hancurkan Si Nyonya Tua
Pengadilan Banding Federasi Sepak Bola Italia menyatakan Juventus bersalah atas kasus transfer pemain.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Berkat relasi Paratici dengan eksekutif klub-klub lain, Juventus dan mitra-mitra mereka akan saling mentransfer pemain dengan nilai yang digelembungkan.
Mereka diduga saling bantu, dengan harapan mendapat balas budi dari pihak yang dibantu.
INVESTIGASI KEDUA terkait penghematan fiktif dari pemotongan gaji pemain, yang nyatanya tak pernah terjadi.
Dua operasi dijalankan pada 2019/20 dan 2020/21, yang kedua melibatkan 17 pemain.
Ditekan krisis pandemi, Juventus meminta para pemain untuk tak digaji selama empat bulan dan di atas kertas melaporkan penghematan sebesar €90 juta.
Yang tidak mereka laporkan adalah pemain-pemain tersebut hanya akan tak digaji selama satu bulan, sementara tiga bulan sisanya akan dibayarkan belakangan, entah sebagai bonus loyalitas untuk pemain yang bertahan atau sebagai insentif untuk pemain yang hengkang.
Kesepakatan ini tertuang dalam surat-surat privat, yang tak dilaporkan oleh Juventus, dan disita di firma hukum Federico Restano di Turin.
Jadi, Juventus berkomitmen membayarkan gaji tiga bulan, sembari tetap melaporkan penghematan €90 juta. Padahal, seharusnya hanya €22 juta.
Bekas kapten dan bek Juventus Giorgio Chiellini, yang hengkang ke Los Angeles FC pada Juni 2022, ditanya soal ini pada 4 April 2022.
Selain dua investigasi di atas, UEFA turut membuka investigasi di bulan Desember, beberapa hari setelah seluruh direksi Juventus mundur.
Pada bulan Agustus 2022, Juventus meneken kesepakatan 'penyelesaian' dengan UEFA setelah gagal memenuhi persyaratan keseimbangan neraca untuk mendapatkan Lisensi Klub demi berpartisipasi di Liga Champions dan Serie A.
Dalam kesepakatan tersebut, Bianconeri diperbolehkan membayar €3,5 juta (15 per sen dari €22 juta) untuk 'menyelesaikan' masalah finansial antara 2019 dan 2022 dengan syarat ketidakseimbangan neraca mereka diselesaikan pada 2025.
Jika investigasi Jaksa Penuntut Umum Turin dan CONSOB membuktikan Juventus melakukan manipulasi laporan keuangan, maka UEFA berhak untuk memutus kesepakatan 'penyelesaian' di atas dan mengambil langkah hukum yang sesuai.
Pernah Degradasi ke Serie B
Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A 2025-2026 Pekan Pertama, Napoli Bertemu Klub Jay Idzes |
![]() |
---|
Jadwal Liga Italia Serie A 2025-2025 Pekan Pertama, Juara Bertahan Ditantang Tim Promosi |
![]() |
---|
Klasemen Akhir Liga Italia: AC Milan Gagal ke UCL, AS Roma Lolos Liga Malam Jumat, Venezia Degradasi |
![]() |
---|
Liga Italia: Raih Tambahan 3 Poin, Inter Milan Masih Berpeluang Kejar Napoli |
![]() |
---|
Lecce vs Napoli Sabtu Malam, Pertemuan Rekor Gol Terburuk dan Terbaik Liga Italia 2024/2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.