Liga Italia
Dulu Calciopoli, Kini Juventus Terseret Plusvalenza, Berikut Skandal yang Hancurkan Si Nyonya Tua
Pengadilan Banding Federasi Sepak Bola Italia menyatakan Juventus bersalah atas kasus transfer pemain.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Mereka semua dituduh melakukan semua atau sebagian dari empat dakwaan berikut: manipulasi pasar, faktur palsu, pemalsuan pengungkapan perusahaan, serta mencegah otoritas pengawas melakukan tugasnya.
INVESTIGASI PERTAMA adalah terkait keuntungan modal atau plusvalenza artifisial.
Dalam sepakbola, plusvalenza pada dasarnya adalah keuntungan yang diperoleh dari penjualan aset, seperti pemain.
Katakanlah, sebagai contoh, Juventus merekrut pemain seharga €100 juta dengan kontrak lima tahun.
Mereka akan mengamortisasi biaya hak pendaftaran pemain selama masa kontraknya, biasanya disebarkan secara merata selama lima tahun.
Singkatnya, nilai amortisasi pemain adalah €20 juta per tahun (€100 juta dibagi lima) alih-alih tercatat sebagai €100 juta penuh di tahun pembelian.
Jadi, jika Juve kemudian menjual pemain itu setelah tiga tahun seharga €60 juta, mereka akan memperoleh keuntungan modal sebesar €20 juta atas hak pendaftarannya (€60 juta dikurangi sisa €40 juta dalam nilai yang diamortisasi).
Tindakan seperti ini tidak ilegal dan bisa digunakan untuk memermak pembukuan yang babak belur.
Mari keembali ke investigasinya. Jaksa Penuntut Umum Turin dan CONSOB - otoritas yang bertanggung jawab memonitor aktivitas keuangan perusahaan Italia yang terdaftar di bursa saham - mendeteksi €156 juta plusvalenza dari 2018/19 sampai 2020/21, dan €60 juta di 2021/22 sebagai hasil dari 22 aktivitas transfer yang dicurigai.
Pihak penyelidik menegaskan bahwa semua orang di kubu Juventus tahu apa yang terjadi.
Transfer yang 'berlebihan' dan dicurigai tersebut ialah transfer "operasi cermin", yakni pertukaran pemain dengan nilai jual yang sama tanpa melibatkan uang (karena nilai kedua pemain saling 'mencerminkan' satu sama lain).
Yang paling terkenal tentu saja pertukaran antara Arthur dan Miralem Pjanic yang melibatkan Barcelona pada 2020, dengan kedua pemain dinyatakan memiliki nilai €75 juta - keuntungan modal / plusvalenza besar-besaran untuk Juventus, yang merekrut gelandang Bosnia-Herzegovina tersebut di harga €32 juta pada 2016.
Meski pada akhirnya Juventus dinyatakan tak bersalah pada April 2022 lantaran lemahnya bukti, invesitgasi kembali dibuka terhadap Juventus dan beberapa klub beserta eksekutif mereka pada 22 Desember 2022.
Jaksa penuntut federal mengindentifikasi sebuah "sistem terorganisir serta skema perencanaan anggaran mendapatkan pemain yang bukan untuk alasan teknis, melainkan demi mencapai target ekonomi secara artifisial."
Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A 2025-2026 Pekan Pertama, Napoli Bertemu Klub Jay Idzes |
![]() |
---|
Jadwal Liga Italia Serie A 2025-2025 Pekan Pertama, Juara Bertahan Ditantang Tim Promosi |
![]() |
---|
Klasemen Akhir Liga Italia: AC Milan Gagal ke UCL, AS Roma Lolos Liga Malam Jumat, Venezia Degradasi |
![]() |
---|
Liga Italia: Raih Tambahan 3 Poin, Inter Milan Masih Berpeluang Kejar Napoli |
![]() |
---|
Lecce vs Napoli Sabtu Malam, Pertemuan Rekor Gol Terburuk dan Terbaik Liga Italia 2024/2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.