Sitaro Sulawesi Utara

Akibat Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Jadwal Pelayaran Kapal dari dan Menuju Sitaro Sulawesi Utara

Sejak akhir pekan lalu, cuaca buruk berupa melanda wilayah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
IST
Beberapa armada kapal yang menunda jadwal pelayarannnya akibat cuaca buruk. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak akhir pekan lalu, cuaca buruk berupa melanda wilayah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat dan gelombang tinggi ini menimbulkan beragam dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Salah satunya sektor transprotasi laut yang sejak kemarin mulai terganggu akibat gelombang tinggi yang menerjang perairan laut Kabupaten Sitaro dan sekitarnya.

Bahkan di hari ini, baik kapal yang melayani pelayaran siang hari maupun sore hari tidak pagi berlayar karena ancaman gelombang tinggu.

"Untuk cuaca saat ini seperti yang kita lihat bersama lagi tidak baik untuk pelayaran," kata Plh Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan Kelas III Ulu Siau, Demestrius Vinaung," Kamis (12/1/2023).

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terpantau adanya kecepatan angin di wilayah Sitaro mencapai 25-30 knot.

"Angin Barat Daya dan ini kami kategorikan sebagai cuaca ekstrem karena ketinggian ombak enam sampai sembilan meter," ungkapnya.

"Jadi sejak kemarin, pelayaran dari Tahuna, Siau Manado dan sebaliknya itu tidak ada karena cuaca buruk," sambung Vinaung.

Dari pantauan pihak UPP Kelas III Ulu Siau, hantaman cuaca buruk, khususnya gelombang tinggi telah berlangsung sejak 9 Januari 2023 dan masih terus terjadi hingga saat ini.

"Ini sudah memasuki hari keempat sejak tanggal 9 Januari. Dan ini masih berlangsung sehingga sejak kemarin tidak ada lagi pelayaran kapal dari dan menuju Sitaro.

Sebelumnya tercatat adanya empat kapal yang terpaksa harus berlindung di wilayah Kabupaten Sitaro, baik dari Siau menuju Manado maupun dari Tahuna menuju Manado.

Selain KM Gregorius dan KM Venecian yang berlindung di Pulau Ruang, ada juga dua kapal dari Pelabuhan Tahun tujuan Pelabuhan Manado yang berlindung di Pelabuhan Ulu Siau," kata Toni Mangadil, petugas UPP Kelas III Ulu Siau.

Kedua kapal tersebut, sambung Mangadil, baru bisa diberangkatkan secara bersamaan sekira pukul 10.00 Wita dengan tujuan Pelabuhan Manado.

"Untuk KM Barcelona III dan KM Merci Teratai. Keduanya masuk Pelabuhan Ulu Siau jam satu dini hari dan kembali diberangkatkan pagi," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved