Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kuliner

Tinutuan, Tikus, Klapertart Hingga Binarundak, Ini Peta Kuliner di Sulawesi Utara

Ada kuliner khas Minahasa, campuran cita rasa Minahasa Eropa, Cina, Jepang, Bolaang Mongondow dan Sangihe.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Ikan Mujair Woku, kuliner khas Sulawesi Utara. 

Di kota Manado ada tinutuan atau bubur Manado. 

Sejarah menyebut Tinutuan berasal dari Minahasa

Tapi ada pula yang menyebut Tinutuan mulai berkembang di Manado pada tahun 70 an. 

Di Manado pula terdapat klapertart. 

Kue klapertart merupakan kue yang sudah beroleh pengaruh dari Belanda. Bahannya kelapa dan susu. 

Kota Bitung punya kuliner khas. Namanya Sasimi. 

Makanan khas Jepang ini disebut Sabishi oleh orang Bitung. 

Sasimi adalah makanan hotel bintang lima. 

Tapi di Bitung, Sasimi bisa diperoleh dengan harga kaki lima. 

Bergeser ke Minahasa, inilah pusat dari kuliner ekstrem Sulut. 

Ada Tinoransak, daging babi yang dimasak dengan menu khusus yakni kunyit, serei, jahe, bawang merah dan lainnya. 

Ada pula Kawok yakni tikus panggang serta kelelawar santan. 

Ada pula ular yang disantan. Makanan Minahasa lainnya yang cukup terkenal adalah Erwe.

Erwe adalah daging anjing yang dimasak pake bumbu rica. 

Bergeser ke Nusa Utara, disana terdapat berbagai menu ikan bakar dengan dabu dabu khas.

Daerah Bolmong Raya juga tak kalah. Ada menu Binarundak yang sangat terkenal yakni nasi jaha. 

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved