Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lokal Bercerita

Pecahkan Rekor MURI 2007 dan Guinness World Record 2009, Inilah Kolintag Terbesar di Dunia

Pada tahun 2007 kolintang ini meraih rekor MURI. Dan pada tahun 2009 meraih Guinness World Record 2009.

Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Pecahkan Rekor MURI 2007 dan Guinness World Record 2009, Inilah Kolintag Terbesar di Dunia. 

Kolintang dan Terompet Raksasa pun jadi ikon tempat ini, sehingga cocok digunakan untuk latar foto, bisa diunggah di akun median sosial.

Arif Pambudi, Pengelola Pa Dior Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara menjelaskan, Kolintang Raksasa ini sudah dibuat Tahun 2007.

Awalnya mengincar Rekor MURI kemudian lanjut lagi masuk Guiness World Record.

Pemilik Pa Dior Benny Mamoto menghadirkan Kolintang ini untuk mengangkat Kebudayaan Minahasa ke kancah nasional terutama budaya bidang seni musik

"Supaya kolintang banyak dikenal Indonesia secara luas," kata Arif Pambudi

Tahun 2007 diajukan ke Rekor MURI, sehingga catatan rekor ini kian mengukuhkan Kolintang asli sebagai Kebudayaan Minahasa

"Supaya tidak ada klaim lagi, seringkali budaya Indonesia diklaim budaya negara lain. Kolintang asli kebudayaan masyarakat Minahasa," ujarnya.

Tahun 2009 kolintang lanjut ke kancah dunia.

Di tahun itu, Kolintang Raksasa ini berhasil memecahkan Guinnes World Record.

Arif Pambudi mengatakan, menceritakan kisah di baliknya. Di tahun itu kebetulan ada event internasional Sail Bunaken Manado.

Event itu juga ada pemecahan rekor menyelam, kebetulan di ada Juri Guiness World Record.

Kala itu musik kolintang dimainkan, rupanya juri Guiness World Record tertarik dengan kolintang.

"Mereka menawari dibikin di daftar rekor dunia, akhirnya rekor dunia ini bisa diraih sekaligus mengukuhkan kolintang alat musik sebagai resmi Kebudayaan Minahasa," ungkapnya.

Namun, perjuangan melestarikan budaya Minahasa khususnya kolintang masih harus terus berlanjut terutama pada generasi muda Minahasa.

"Pengenalan ke generasi penerus jangan terputus," kata pegiat budaya ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved