Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Cuaca Ekstrem Terjadi di Kota Bitung Sulawesi Utara, BPBD Minta Warga Waspada Bencana Alam

Cuaca ekstrem yang terus berlangsung, hampir sepekan ini di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya.

Tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku
Ilustrasi cuaca ekstrem 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Cuaca ekstrem yang terus berlangsung, hampir sepekan ini di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya.

Membuat Pemerintah Kota Bitung, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, keluarkan informasi Waspada Cuaca Ekstrim.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Bitung, Fivy Kadeke cuaca ekstrim meliputi Banjir, Tanah Longsor dan Gelombang Pasang, angin kencang.

“Kami himbau ke seluruh masyarakat Kota Bitung agar meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca esktrem,” kata Kalaks BPBD Fivy Kadeke, Jumat (6/1/2023).

Tak hanya itu, pihaknya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat juga melakukan, penataan lingkungan sekitar tempat tinggal dan resapan air.

Kemudian membersihkan dan merapiran wilayah bantaran sungai dari sampah, menenang pohon (ranting) milik warna di halaman rumah yang berpotensi roboh san mengenai rumah dan lainnya.

Selain menebang ranting pohon, tak lupa bangkan batang pohon yang sudah lapur untuk di tebang.

Untuk di wilayah padat penduduk, agar menyiapkan jalur dan tempat evakuasi berbasis keluarga di lokasi aman sekitar.

"Masyarakat juga harus membiasakan melihat prakiraan cuaca baik di lingkungan tempat tinggal, kerja atau sekolah melalui aplikasi Inarisk personal,” tandasnya.

Terpisah, BMKG dalam Press Release terkait Prospek Cuaca Dan Potensi Cuaca Ekstrem

Di Wilayah Sulawesi Utara Periode 7 - 12 Januari 2023, ME.02.04/003/KMDC/I/2023.

Berdasarkaan analisis kondisi iklim wilayah Sulawesi Utara saat ini berada pada musim hujan dengan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Sulawesi Utara cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstremdibeberapa wilayah.

Analisis kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan yaitu Indeks ENSO di NIN03.4 pada nilai -0.56 (normal ±0.5) yaitu signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia.

Terdapat potensi sistem sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta periambatan kecepatan angin di wilayah Sulawesi Utara yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan terlebih khusus diwilayah Kabupaten Kepulauan.

Anomali suhu muka laut di Laut Sulawesi bernilai 1 - 4 "C yaitu dapat menambah massa uap air semakin banyak di atmosfer serta pengamatan cuaca udara atas menunjukan indeks labilitas atmosfer lokal dengan intensitas ringan hingga sedang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved