Sulawesi Utara
Pelaku Pinjol Ilegal Cari Tempat Aman di Sulawesi Utara, Kapolda: Mereka Pindah dari Wilayah Jawa
Pelaku pinjol ilegal di Marina dan Bahu adalah pindahan dari Pulau Jawa. Mereka diduga mencari tempat aman untuk melancarkan aksinya.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Setyo Budianto, menerangkan jika para pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal yang ditangkap adalah pindahan dari Kota Jakarta ke Kota Manado.
Para pelaku diduga mencari tempat aman untuk melakukan aksi kejahatan ini.
"Karena di wilayah Jawa khususnya Jakarta, banyak dilakukan penindakan-penindakan oleh markas besar kepolisian, maka diduga mereka mencari kota-kota yang sekiranya dianggap aman, salah satunya membuka perkantoran di Marina dan Bahu ini," ujarnya, Kamis (5/1/2023).
Irjen Pol Setyo Budianto pun menyebut para pelaku menyasar korban secara nasional.
"Siapapun bisa disasar, tidak hanya di Sulut saja. Makanya kita lihat dari handphone dan barang bukti lainnya banyak sekali. Ganti handphone dan nomor untuk bisa menghubungi orang-orang untuk bisa mengakses, yang dilakukan desk colection," ujarnya.
Dia pun berharap, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan tentang pinjol ilegal untuk melapor ke pihak kepolisian.
"Di Sulut ini sudah ada warga yang melapor, jika ada yang dirugikan dan ingin melapor dipersilakan," ujarnya.
Seperti diketahui, Polda Sulawesi Utara melaksanakan konferensi pers pada Kamis (5/1/2023).
Konferensi pers tersebut terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman di bidang transformasi dan transaksi elektronik.
Dalam kasus ini, perempuan berinisial MMW (23) warga Minahasa Selatan diamankan.
Baca juga: Berikut Daftar Nama Anggota PPK di Bolmut Sulawesi Utara yang Baru Dilantik
Baca juga: RENUNGAN KRISTEN - Yohanes 16:33 Bukan Diambil Tetapi Dipersembahkan
Dia bertugas sebagai desk collection atau sebuah profesi dengan tugas dan fungsi utama yaitu menginformasikan, mengingatkan, serta menagih kewajiban nasabah melalui media telepon.
Adapun tempat kejadian perkara (TKP) berlokasi di Kompleks Ruko Marina Plaza dan Ruko Bahu Mall Kota Manado.
Kapolda Sulut, Irjen Pol Setyo Budianto, menjelaskan kronologi awal terungkapnya kasus ini.
Bermula saat korban melaporkan ke pihak kepolisian tentang ancaman dari nomor yang tidak dikenal dan mengaku penagih dari aplikasi pinjol Aku Kaya.
"Dalam ancaman tertulis segera bayar hutangnya atau saya posting di Facebook dan saya juga bisa memposting anda di Info Manado. Jangan sampai saya perluas penagihan saya ya, mau saya tagih hutang anda ke perusahaan Anda bekerja," tulis tersangka kepada korban.

29 Warga Korban Lakalantas dan Amputasi akan Terima Kaki Palsu Gratis dari Ditlantas Polda Sulut |
![]() |
---|
Kusriadin Terpilih Jadi Ketua Asperindo Sulawesi Utara, Bakal Atur Tarif yang Berpihak ke Konsumen |
![]() |
---|
Sosok dr Truly Kerap: Dokter, Jurnalis, hingga Kini Diangkat Jadi Ketua KPID Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Daftar Peristiwa di Sulut: Penemuan Perahu Nelayan, Perkembangan Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Operasional KM Barcelona Dibatasi, Warga Talaud Mengeluh, Aktivitas dan Roda Ekonomi Makin Lambat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.