Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi soal Inflasi di Sulawesi Utara

Data BPS mencatat inflasi Kota Manado bulan Desember 2022 sebesar 0,66 persen sementara inflasi tahunan tahun 2022 sebesar 4,00 persen.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
FACEBOOK
Robert Winerungan - Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi soal Inflasi di Sulawesi Utara 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait dengan masalah inflasi di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, Pengamat Ekonomi Sulut Dr Robert Winerungan memberikan tanggapan.

Robert Winerungan mengatakan, sebagaimana Data BPS mencatat inflasi Kota Manado bulan Desember 2022 sebesar 0,66 persen sementara inflasi tahunan tahun 2022 sebesar 4,00 persen. 

Sementara inflasi bulan Desember Kotamobagu sebesar 1,38 persen dan inflasi tahunan tahun 2022 Kotamobagu sebesar 6,03 persen.

BI mencatat inflasi Sulut bulan Desember sebesar 0,75 persen atau 4,27 persen (yoy). 

Kata Winerungan, Menurut BPS inflasi bulan Desember disebabkan oleh angkutan udara dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu ikan, dan cabai rawit. 

"Nah, Penyumbang inflasi terbesar secara month to month (mtm) pada bulan Desember 2022 yaitu beras sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah ikan deho," jelas Winerungan kepada Tribun Manado

Selain itu, Inflasi Kota Manado disebabkan oleh komoditas Beras, Barito, dan Angkutan Udara. 

"Untuk Desember 2022, berdasarkan perhitungan BI dari data BPS, Inflasi Sulawesi Utara 0,75 persen (mtm) atau 4,27% (yoy). Angka inflasi di Sulawesi Utara ini lebih rendah dari inflasi Nasional yang sebesar 5,51% (yoy)," sebut Winerungan

Menurutnya, Inflasi yang terjadi di Sulawesi Utara masih dikategorikan moderat ringan yang masih dibawah 5 persen. 

Inflasi ini juga, kata Dosen Ekonomi Universitas Negeri Manado ini, sulit terelakkan yang dikarenakan perekonomian dunia yang pada umumnya mengalami inflasi tinggi akibat harga komoditas terutama Migas yang naik tinggi,  juga karena perang Ukraina-Rusia. 

"Kenaikan harga angkutan udara juga mengikuti harga BBM Internasional sehingga harga tranportasi udara bahkan harga transportasi pada umumnya naik," sebutnya.

Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri penyebab inflasi karena cost push inflation yang menyebabkan harga produksi naik namun tak dapat disangkal juga terjadi karena adanya kenaikan permintaan karena daya beli masyarakat yang maikin membaik. 

"Kenaikan daya beli masyarakat ini nampak pada kenaikan konsumsi secara umum," ujarnya

Winerungan mengatakan, Waktunya saat ini meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk menjaga kenaikan beras dan sebaginya yang bisa terjadi kelangkaan pangan. 

"Marijo bakobong yang sudah dicanangkan pak Gubernur patut direspons dan terus di galakkan. Selain produksi pangan juga produk industry dan jasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved