YDKK
Bantu Korban Gempa Cianjur, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Logistik Dapur Umum
Bantuan terdiri kebutuhan pangan seperti beras, minyak, lauk-pauk, mi instan, kecap, dan bahan lainnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Manajer Eksekutif Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Anung Wendyartaka menyerahkan bantuan dari pembaca Kompas untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat.
Bantuan yang dihimpun melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas atau YDKK itu diberikan dalam bentuk pengadaan logistik keperluan dapur umum yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos).
Bantuan tersebut diterima Plt Dirjen Linjamsos Robben Rico di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Desember 2022.
Bantuan terdiri kebutuhan pangan seperti beras, minyak, lauk-pauk, mi instan, kecap, dan bahan lainnya.
Berbagai bahan tersebut dimasak di dapur umum yang dikelola Kemensos.
Kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan logistik dapur umum diharapkan mampu memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari masyarakat pascabencana di Cianjur.
"Bantuan logistik untuk dapur umum tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan korban gempa Cianjur yang masih tinggal di berbagai tempat pengungsian," kata Anung Wendyartaka melalui rilisnya yang diterima tribunmanado.co.id, Senin (26/12/2022).
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas sebelumnya juga telah mengalokasikan dana senilai Rp 300 juta untuk membantu logistik dapur umum di empat posko yang tersebar di wilayah gempa.
Berlokasi di Kampung Cileungsi (Kecamatan Cugenang), Kampung Maleber (Kecamatan Pacet), dan Desa Ciputri Sarongge Kidul dan Pendopo Humaritis (Kecamatan Cugenang).
"Tak hanya bantuan pangan, YDKK juga akan melakukan survei lokasi yang belum tersentuh oleh pemerintah," jelas Anung Wendyartaka.
Rencananya YDKK akan beri bantuan rehabilitasi dan rekontruksi fasilitas umum seperti fasilitas pendidikan maupun kesehatan yang mengalami kerusakan parah.
Sekilas YDKK
Dana Kemanusiaan Kompas atau DKK adalah lembaga filantrofi media yang didirikan oleh Jakob Oetama dan PK Ojong (founders Kompas Gramedia).
DKK bertransformasi menjadi Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas atau YDKK sejak 2011.