Sains
Saat Stres Kita Suka Makan Makanan Manis, Berikut Penjelasannya Menurut Sains
Asupan gula dapat membantu pelepasan hormon dopamin pada bagian otak yang disebut nucleus accumbens dan menimbulkan perasaan bahagia yang kuat.
Kekurangan asupan karbohidrat, ditambah kondisi stres dan lapar, dapat menurunkan sejumlah fungsi otak. Salah satu fungsi otak adalah mengatur metabolisme tubuh, pencernaan, dan kemampuan berpikir.
Saat kekurangan glukosa, otak tidak dapat menjalankan fungsi ini karena terhalang oleh sejenis saraf di dalam hipotalamus.
Hal itulah yang membuat banyak orang ingin makan manis saat stres, agar otak memiliki cukup energi.
3. Gula Memunculkan Perasaan Bahagia
Asupan gula dapat membantu pelepasan hormon dopamin pada bagian otak yang disebut nucleus accumbens dan menimbulkan perasaan bahagia yang kuat.
Selain itu, asupan gula juga memicu pelepasan hormon serotonin.
Hormon ini memberikan efek yang menenangkan sehingga stres mereda.
Efek inilah yang menimbulkan kesan seolah makanan manis dapat mengatasi stres.
Akan tetapi, efek ini tidak terasa saat teman-teman mengonsumsi makanan dengan pemanis buatan. Rasa manis yang dihasilkan hanya memicu otak dan tubuh untuk makan lebih banyak.
Meski begitu, hal ini masih perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut.
Batasi Konsumsi Makanan Manis
Meski makanan manis bisa memberikan energi untuk tubuh dan menangani stres, tapi baiknya jangan dikonsumsi berlebihan.
makanan manis berlebih bisa berdampak pada peningkatan berat badan yang kemudian memicu banyak penyakit lain.
Jadi, baiknya konsumsi makanan manis yang lebih sehat saat mengalami stres.
Makanan manis yang sehat antara lain adalah beragam jenis buah. Tapi jangan sembarangan pilih buah, ya.