Lokal Bercerita
Musik Kolintang dari Kampung Minahasa Sulawesi Utara Menuju Pentas Dunia
Digolongkan musik tradisional, jangan bayangkan kolintang hanya ada di acara tradisional. Kolintang telah meloncat jauh.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Menciptakan alat musik yang lebih merdu suaranya dari seruling.
Makasiga pun berkelana keempat penjuru mencari alat musik yang indah.
Namun tak ketemu. Hingga suatu hari Makasiga membelah kayu dan menjemurnya. Setelah itu kayu dilempar ke tanah. Saat itulah kayu tersebut mengeluarkan bunyi merdu.
Makasiga berpikir pasti kayu ini dapat menjadi alat musik indah. Ia pun bekerja keras mengolah kayu itu jadi alat musik. Hingga tubuhnya kurus.
Makasiga lantas diketemukan dua pemburu. Ia sudah sangat lemah dan sakit sakitan.
Ia pun ditandu menuju ke Desa Klabat. Malangnya Makasiga meninggal dunia.
Mendengar Makasiga wafat, Lintang menyusul kekasihnya ke alam baka.
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini
• Ferdy Sambo Diam saat Anak Buahnya Bilang Sudah Noreng CCTV dan Yosua Masih Hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Cerita-Rakyat-Minahasa-Sulawesi-Utara-Kisah-Cinta-Berujung-Pahit-di-Balik-Merdunya-Musik-Kolintang.jpg)