WNI Sulut di Kamboja

Hendra Makalalag: 60 WNI Asal Manado Sulawesi Utara Gunakan Jalur Ilegal Pergi ke Kamboja

Sebanyak 60 Warga Negara Indonesia asal Sulawesi Utara kini disekap di Negara Kamboja.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Rhendi Umar/Tribun Manado
Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 60 Warga Negara Indonesia asal Sulawesi Utara kini disekap di Negara Kamboja.

WNI asal Sulawesi Utara berasal dari Tomohon, Minahasa dan Manado.

Kini mereka meminta bantuan pulang ke Indonesia, karena diminta untuk membayar hutang padahal gaji mereka tidak diberikan, bahkan terancam dilaporkan ke kantor polisi.

Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag, menjelaskan sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil dari kordinasi pimpinan pusat dengan KBRI Kamboja.

"Kita akan sampaikan secara terbuka kepada masyarakat, bagaiman penanganan BP2MI terlebih soal penanganan WNI di Kamboja," sebutnya.

Menurutnya WNI asal Sulut menggunakan jalur ilegal untuk masuk ke Kamboja, mereka diduga dijanjikan pekerjaan yang menggiurkan, namun akhirnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Mereka dijanjikan dengan gaji tinggi dan dipekerjakan di tempat bagus, tapi nyatanya tidak sesuai," ujarnya.

Makalalag mengatakan, kasus ini merupakan yang kedua terjadi di Sulawesi Utara, setelah sebelumnya ada kasus suami istri yang meminta uang tebusan Rp 50 juta.

"Kami pun menghimbau kepada masyarakat Sulut supaya dalam memilih pekerjaan harus berhati-hati dan teliti memilih," katanya.

Dia pun meminta masyarakat untuk mengikuti jalur resmi tanpa terpengaruh para sindikat yang menawarkan pekerjaan.

"Ikuti penempatan yang legal melalui dinas tenaga kerja setempat kemudian ke BP2MI," katanya lagi.

Sebelumnya Kakanwil Kemenkumham Haris Sukamto melalui Kadiv Imigrasi Frice Sumolang menerangkan WNI asal Sulut disana menyebut ada sekitar 60 orang warga Tomohon, Manado, Minahasa yang berada di Kamboja.

"Mereka minta dibantu untuk pulang, saya sudah menghubungi Kemlu, Kedubes RI di Kamboja dan Kepala BP2MI Manado untuk diberikan perlindungan kepada mereka," ujarnya Jumat (9/12/2022).

Lanjutnya, WNI menjelaskan jika saat ini mereka sedang berada dalam satu kamar karena takut akan dilaporkan ke polisi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved