Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Steve Kepel Definitif Sekprov, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara Billy Lombok: Tugasnya Tidak Mudah

Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok SH mengatakan, penetapan Kepel sebagai Sekprov Sulut telah melewati proses.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Steve Kepel Definitif Sekprov, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara Billy Lombok: Tugasnya Tidak Mudah 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Steve Kepel ST MSi resmi menjabat Sekprov Sulawesi Utara.

Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan pendefinitifan Kepel sebagai Sekprov Sulut pada 1 Desember 2022.

Kepel rencananya akan dilantik sebagai Sekprov Sulut pada Senin 5 Desember 2022.

Terkait itu, Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok SH mengatakan, penetapan Kepel sebagai Sekprov Sulut telah melewati proses.

"Sudah pasti telah melalui kajian," kata Lombok kepada Tribunmanado.co.id, Minggu (04/12/2022) malam.

Kata politisi Partai Demokrat itu,  Steve Kepel akan menjadi sekprov dengan pekerjaan rumah  tak mudah.

"Di antaranya, memimpin ASN serta menjadi Ketua TAPD di tengah pemulihan ekonomi serta suksesnya agenda nasional di Sulut," ungkapnya.

Katanya, DPRD Sulut sebagai mitra kerja berharap sinergitas akan berjalan dengan baik untuk kerja bagi masyarakat.

Tantangan yang Bakal Dihadapi Sekprov Sulawesi Utara yang Baru Menurut Pengamat Politik

Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan Sekretaris Daerah Ptopinsi Sulawesi Utara ( Sekda Sulut ) berikut yang akan memegang jabatan definitif akan menghadapi sejumlah tantangan yang tidak mudah.

Menurutnya, tantangan itu datang dari segi sosial ekonomi.

Di mana tahun 2023 diprediksi menjadi tahun yang berat dan juga tantangan sosial politik.


Dikarenakan tahun 2023 suhu politik mulai menghangat.

Sebab di tahun 2024 akan dilaksanakan agenda politik nasional, pemilu serentak.

"Di sisi Pemerintahan, Sekda Sulut akan langsung berhadapan dengan persiapan audit BPK RI dan ini menjadi tugas prioritas 1 (P-1).

Dimana Sekda Sulut sebagai motor utama harus siap mempersembahkan tradisi Opini BPK RI, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," jelas Tumbelaka.

Sementara, Terkait sosial ekonomi untuk 2 triwulan di tahun 2023 Sekda Sulut akan bekerja dengan sejumlah situasi berbeda dari sisi kinerja Pemerintahan.

Dikarenakan sejumlah Birokrat senior sudah tidak berada diposisi 'barisan' birokrasi dikarenakan telah masuk masa purna bakti dan mendapat penugasan di kabupaten.

"Otomatis akan ada sejumlah birokrat dengan promosi jabatan dimana tentunya perlu waktu adaptasi dengan beban kerja dan kerjasama tim," ujarnya.

Tumbelaka mengatakan, Kepiawaian Sekda Sulut akan sangat diuji guna secepatnya menjaga ritme roda pemerintahan agar supaya beratnya tantangan sosial ekonomi.

Dimana terjadi menaiknya beban kerja yang diiringi penerapan efisiensi dan skala prioritas anggaran harus diantisipasi dengan langkah cepat dan bernas melalui inovasi plus kreatifitas tiap jajaran di Organisasi Perrangkat Daerah (OPD).

"Tantangan kinerja birokrasi dan situasi sosial ekonomi semakin berat dikarenakan ada potensi menurunnya konsentrasi jajaran birokrasi Pemerintah Ptopinsi Sulut disebabkan dinamikan situasi sosial politik ditahun 2023," jelasnya

Dan biasanya ditahun politik akan ada fenomena birokrat terprovokasi oleh dinamika sosial politik sehingga konsentrasi Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) yang merupakan kewajiban jabatan akan terganggu.

Fokus terhadap tantangan sosial ekonomi dan penguatan kinerja adalah pilihan mutlak.

Ini dikarenakan sudah sejak triwulan pertama 2023 wajib dihadapi dengan penuh konsentrasi. Ini bisa teratasi dengan sesuai jarapan jika tim kerja atau "kabinet" OD-SK dapat menunjukan performa terbaik. 

"Apalagi tersiar informasi untuk menghafapi situasi dan kondisi maka Duet Pemimpin Sulut , OD-SK, telah siap melakukan rasionalisasi atau rolling jabatan. Otomatis diharapkan akan muncul jajaran "Dream Team"  Pemprop. Sulut," papar Tumbelaka.

Menghadapi situasi yang penuh tantangan, semestinya Sekda Sulut terpilih yang secara logika  pemerintahan merupakan sosok terbaik akan mampu.

Hal ini dikarenakan penetapan Sekda Sulut telah melalui sejumlah "ujian khusus" yang mana tentunya telah sejumlah potensi tantangan yang dihadapi telah dikalkulasikan.

Harapannya adalah mengejar waktu yang pendek guna pengkondisian kinerja roda pemerintahan dimana waktu 2 triwulan pertama tahun 2023 akan menentukan.

Dikarenakan masuk triwulan ke 3 tahun 2023 akan menhadapi situasi dimana dinamika politik akan bergerak dari hangat menuju panas.

"Untuk itu semua bukan hanya kepiawaian dan pengalanan serorang Sekda Sulut yang akan berperan.

Tapi terlebih dari pada itu adalah 'jiwa kepemimpinan' seorang Sekda Sulut akan diuji dengan pertaruhannya adalah derap langkah pembangunan Sulut," pungkas Tumbelaka. (Mjr/Ndo)

Ingin Segera Dipertemukan dengan Jodoh? Bacalah Doa Islam dan Amalan Ini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved