Bitung Sulawesi Utara

Tingkatkan Kualitas SDM, Guru dan Siswa di Bitung Ikuti Pelatihan Matematika Metode Gasing

Guru dan siswa di Bitung mengikuti pelatihan matematika dengan menggunakan metode Gasing. Pelatihan tersebut guna meningkatkan kualitas SDM.

Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Pelatihan matematika dengan metode Gasing di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (1/12/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bitung, Fonny Tumundo, menjelaskan terkait pelatihan matematik dengan metode gampang asik dan menyenangkan (Gasing) untuk siswa dan guru sekolah dasar (SD) di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

“Tujuan dari pelatihan matematika dengan metode Gasing agar siswa dan guru di Bitung pandai berhitung.. Keinginan kami untuk menjadikan siswa dan guru pandai berhitung selaras dengan keinginan Wali Kota Bitung,” jelasnya.

Para guru dan siswa harus belajar menghitung karena hal tersebut bisa membantu seseorang berpikir sistematis.

Efek lainnya dengan mengembangkan berhitung, otak anak bisa berpikir teratur dan mudah dalam mengatur sesuatu.

Pelatihan matematika ini adalah ide dan gagasan Wali Kota Bitung lalu dijabarkan atau di prakarsai Eugenie Mantiri, Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bitung.

“Urgensi pembelajaran matematika bagi siswa tidak terlepas dari berbagai aspek kehidupan. Berpikir sistematis, ilmiah, logika, dan tingkatkan daya kreativitas,” tambahnya.

Untuk para guru, dengan mengikuti pelatihan matematika dengan metode Gasing akan meningkatan skill dan ilmu untuk mengajar perkalian, penguruangan, dan pembagian.

Kemudian, saat mengajar, siswa bisa menangkap dan menguasai dengan baik. 

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bitung, Forsman Dandel, mengatakan hakikat pendidikan sejatinya adalah mendidik hati dan pikiran manusia.

Harus ditanamkan sejak dini dalam hati serta pikiran anak-anak untuk menjadi manusia yang utuh jasmani dan rohani, lahir dan batin, hati dan pikiran-nya. 

Baca juga: Pengusaha Desak Pemkot Manado Sulawesi Utara Segera Umumkan UMK

Baca juga: Beda Dengan Orde Baru, Dosen UI Sebut Politik Indonesia Semakin Terbuka, Jokowi Jadi Contoh

Pendidikan didudukkan sebagai salah satu perangkat yang penting dalam membentuk SDM unggul Indonesia.

“Terutama karena tidak lama lagi, sekitar tahun 2045, kita akan menghadapi bonus demografi, dimana jumlah penduduk Indonesia 70 persen-nya berada dalam usia produktif, sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif,” kata Forsman Dandel.

Sehingga, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan golongan produktif ini, yang pada tahun 2045 nanti akan menjadi penerus dalam melanjutkan tampuk kepemimpinan negeri ini.

Generasi emas ini harus memiliki kecerdasan yang komperehensif, produktif dan inovatif, damai interaksi sosialnya dan berkarakter kuat, sehat, dan berperadaban unggul.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved