Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minut

Tim Tular-Nalar Manado Latih Lansia di Likupang agar Tak Jadi Korban Penipuan

Modus penipuan yang marak antara lain penipu mengaku polisi lalu mendesak targetnya untuk kirim sejumlah uang atau pulsa.

Dokumentasi Tular Nalar
Suasana pelatihan bagi para lansia di GMIM Bait-El Desa Sarawet, Likupang Timur, Minahasa Utara, Senin (28/11/2022) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beragam cerita disampaikan para orang tua lanjut usia saat mengikuti pelatihan bertema ‘Mencegah Penipuan Digital, Hoax dan Ujaran Kebencian’ di GMIM Baitel Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (28/11/2022).

Tim Fasilitator Tular Nalar memaparkan modus-modus penipuan menggunakan aplikasi percakapan di ponsel.

Para peserta yang terdiri dari lansia, pralansia dan pendamping lansia merasa senang karena tema ini memang pas untuk kondisi saat ini.

"Dari pelatihan ini kami bisa paham tentang cara menghadapi para penipu yang suka minta pulsa atau minta dikirim uang via telepon," ujar Ronny Pakaya, peserta pralansia.

Senada diungkapkan Oma Siltje Rawung (66). Lansia asal Desa Sarawet ini mengaku beberapa waktu lalu mendapat telepon dan SMS dari penipu.

Ia mengaku panik karena si penipu di balik telepon mengatakan cucunya sedang terlibat masalah dan ia 'dipaksa' harus segera mengirimkan sejumlah uang.

"Waktu itu saya panik. Mereka bilang tidak boleh ceritakan ke orang lain. Tapi hati tidak tenang. Jadi saya telepon langsung ke anak-anak yang memang sudah tinggal di Manado,” kata dia.

Tim Fasilitator Tular Nalar diabadikan bersama Asisten I Pemkab Minahasa Utara Olvi Kalengkongan serta Kepala Desa Sarawet Herry Tongkukut.
Tim Fasilitator Tular Nalar diabadikan bersama Asisten I Pemkab Minahasa Utara Olvi Kalengkongan serta Kepala Desa Sarawet Herry Tongkukut. (Dokumentasi Tular Nalar)

“Ternyata cucu-cucu saya semuanya sehat-sehat dan ada di Manado. Baru sadar ternyata saya jadi sasaran penipuan via telepon," ujar Oma Siltje berbagi pengalaman.

Kegiatan diikuti 100 peserta yang terdiri dari masyarakat lansia dan pra-lansia. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Lansia GMIM Bait-El Sarawet Arnold Macarau.

Selanjutnya sambutan Asisten I Pemkab Minahasa Utara Olvi Kalengkongan serta Kepala Desa Sarawet Herry Tongkukut.

Pelatihan dilakukan dengan metode pembagian kelompok sehingga materi dapat dipahami oleh para peserta.

Koordinator Tular-Nalar Wilayah Manado (Sulawesi Utara) Dr Leviane Jackelin H Lotulung MIKom mengatakan, penipuan semakin marak.

Sasarannya, para pengguna handphone khususnya para lansia yang tinggal di kampung maupun di kota.

"Ada yang menipu via telepon, ada yang via aplikasi percakapan antara lain WA (whatsapp) yang banyak digunakan orang Manado," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Modus penipuan yang marak antara lain ada penipu di balik telepon mengaku polisi lalu mendesak targetnya untuk kirim sejumlah uang atau sejumlah pulsa.

Tim fasilitator Tular Nalar mengedukasi lansia tentang modus penipuan lewat ponsel dalam pelatihan di GMIM Bait-El Desa Sarawet, Minahasa Utara, Senin (28/11/2022).
Tim fasilitator Tular Nalar mengedukasi lansia tentang modus penipuan lewat ponsel dalam pelatihan di GMIM Bait-El Desa Sarawet, Minahasa Utara, Senin (28/11/2022). (Dokumentasi Tular Nalar)

Penipu mendesak targetnya untuk segera kirim pulsa atau uang tanpa memberitahukan orang lain dengan alasan anggota keluarga target yang tertangkap narkoba dan supaya segera bebas dan tidak mempermalukan keluarga.

Modus yang sama via telepon yaitu oknum penipu mengaku sebagai perawat atau dokter di UGD yang meminta dikirim sejumlah uang karena ada anggota keluarga yang kecelakaan dan harus segera operasi.

Begitu juga via SMS modusnya iming-iming hadiah 100 juta tapi targetnya harus mengirim dulu ongkos kirim atau biaya administrasi.

Nama Bank BRI, Pertamina, Kementerian Sosial dan sejenisnya sering dicatut untuk meyakinkan target penipuan.

"Semua informasi yang tidak meyakinkan sebaiknya lakukan cek fakta atau bertanya kepada pihak yang lebih berpengalaman supaya tidak terjebak penipuan," pesan Leviane.

Tim Tular Nalar sebagian besar merupakan dosen dan mahasiawa dari Universitas Sam Ratulangi Manado, IAIN Manado, UTSU Manado yang berkomitmen untuk mengabdikan diri dalam program untuk literasi digital di wilayah Sulawesi Utara.

Tular Nalar adalah organisasi nirlaba dan nonpolitik yang berpusat di Yogyakarta.

Sebagian besar anggotanya adalah akademisi yang tergerak hati untuk membantu sesama dalam hal transfer ilmu dan pengelaman untuk mencegah kejahatan di dunia informasi dan teknologi.

"Dari pelatihan ini juga kami ingin memotivasi para lansia bahwa di usia senja mereka sangat berguna antara lain menjadi pelindung dalam keluarga. Pelindung yang dimaksudkan dalam membagi motivasi dan pengalaman hidup supaya anak cucu mereka bisa mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi masalah atau situasi tertentu,” kata dia.

“Berkaitan pelatihan ini, agar para lansia bisa menjadi penolong untuk anak cucunya supaya jangan tertipu atau terjebak dengan penipuan via telepon atau aplikasi percakapan," tambah lulusan doktor dari Universitas Padjajaran Bandung ini.

Para lansia dibagi dalam kelompok mengikuti pelatihan mengenai modus-modus penipuan lewat ponsel di GMIM Bait-El Desa Sarawet, Minahasa Utara.
Para lansia dibagi dalam kelompok mengikuti pelatihan mengenai modus-modus penipuan lewat ponsel di GMIM Bait-El Desa Sarawet, Minahasa Utara. (Dokumentasi Tular Nalar)

Menurutnya, lansia juga bisa menjadi ujung tombak keluarga terkait literasi digital.

"Ketika lansia sudah dilatih bagaimana menghadapi oknum penipu dengan modus-modusnya, maka kami yakin mereka akan menjadi ujung tombak keluarga supaya tidak terjebak penipuan via telepon,” kata dia.

“Selain itu para lansia juga sudah bisa membedakan mana hoaks, mana fakta. Itulah tujuan pelatihan ini yaitu pemberdayaan para lansia secara positif," tambahnya.

Selain pelatihan literasi digital untuk lansia, tim Tular-Nalar rencananya mengadakan pelatihan dengan tema yang sama untuk pelajar atau anak muda pada usia pemilih pemula.

Kegiatan ini ikut di dukung penuh oleh Komunitas Likupang Raya (KliR).

Ketua Lansia GMIM Bait-El Sarawet Arnold Macarau berterima kasih kepada tim Tular-Nalar Wilayah Manado yang melaksanakan kegiatan di Desa Sarawet.

“Terima kasih banyak pada tim dosen yang datang melaksanakan kegiatan pelatihan di kampung kami. Kami sangat mengapresiasi dan menyambut kedatangan para tim dosen,” kata dia.

Hukum Tua Sarawet Herry Tongkukut juga berterima kasih.

“Saya sangat berterima kasih pada tim dosen yang datang mengab di di desa ini. Seperti yang kita tahu, lansia ialah sosok yang harus paham tentang teknologi karena tidak ada kata terlambat untuk belajar,” kata dia.

Kordinator Wilayah Tular-Nalar Leviane Lotulung juga berterima kasih atas respons baik masyarakat Desa Sarawet dan masyarakat sekitar lainnya yang turut berpartisipasi.

“Kiranya lewat kegiatan ini Bapak, Ibu lansia lebih berhati-hati lagi apabila mendapati SMS berkedok penipuan seperti dari pihak bank dan semacamnya serta pangilan telepon dari orang yang tak dikenal,” kata Leviane yang juga Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Unsrat.

Adapun tim fasilitator Tular-Nalar Hadir Yudith Rondonuwu SSos MM yang juga bertindak sebagai pemandu.

Fasilitator dari Unsrat Manado lainnya yakni dosen Unsrat Dra Eva A Marentek MSi dan Lingkan E Tulung SSos MPubPol, dan Dr Sumenge TG Kaunang. Kemudian Korprodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Unsrat Anita Runtuwene SS MHum, Widya Prada BGP Provinsi Sulut Ir Iwan Ngadiman MSi. Brian Pratasik dari mahasiswa Unsrat dan tenaga fasilitator dari Kemensos RI Terry Rambi, AMdTM dan Ayu Mega Rondonuwu SE. (*)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved