Manado Sulawesi Utara

Terkait Penikaman di Malalayang Manado Sulawesi Utara, Pelaku Ngaku Emosi Panggilan Tak Dihiraukan

Terduga pelaku penikaman di depan SPBU Malalayang mengaku emosi panggilannya tak dihiraukan. Ia kemudian menikam korban menggunakan obeng.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Dok. Humas Polresta Manado
Pelaku penikaman di depan SPBU Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - AS alias Dika (18), pelaku penikaman di depan SPBU Malalayang, Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, yang ditangkap Polresta Manado mengakui perbuatannya.

Kepada polisi, Dika mengatakan jika dirinya tersinggung karena tegurannya tak dihiraukan korban. 

Tak hanya itu, Dika mengatakan jika dia menikam korban bukan dengan pisau. 

"Bukan pisau tapi obeng," katanya dihadapan penyidik, Kamis (1/12/2022). 

Ia pun mengatakan jika perbuatan itu dilakukan karena emosi.

"Karena emosi pak," ucapnya. 

Sebelumnya diketahui, Ismet Masulu (21) warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, terpaksa datang ke Puskesmas Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Sopir angkot tersebut terluka di tangannya.

Ia ditikam seorang pemuda berinisial AS alias Dika (18) warga Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Kejadian penikaman ini terjadi di depan SPBU Malalayang, Rabu (30/11/2022) sekitar pukul 22.00 Wita.

Baca juga: Modus 2 Oknum Pegawai Bank di Manado Tipu Nasabah Terungkap, Kini Ditangkap Polda Sulut

Baca juga: Hasil Akhir Jepang vs Spanyol, Tim Asuhan Luis Enrique Menang, Prediksi Skor Selisih 2 Gol

Dari informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id di Polresta Manado, korban ditikam karena masalah sepele.

Awalnya pelaku memanggil korban.

Peristiwa itu tepat di depan SPBU Malalayang.

Korban tak menghiraukan teguran tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved