UMP Sulut 2023

UMP Sulawesi Utara Naik 5,24 Persen, Apindo Sulut: Ikut Keputusan Pemerintah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara, Nicho Lieke (kemeja putih) dan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Kepala Disnakertrans dan Dewan Pengusaha Provinsi Sulawesi Utara usai pengumuman kenaikan UMP di kantor Pos Indonesia Manado, Senin (28/11/2022) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023.

UMP Sulut naik 5,24 persen dari Rp 3.31 juta menjadi Rp 3.485.000.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara, Nicho Lieke mengatakan, Apindo menerima keputusan tesebut.

Meskipun, keputusan itu tak berpihak pada pengusaha.

"Pengusaha menderita atas kenaikan ini tapi kami menerima," kata Nicho usai pengumuman kenaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey di kantor Pos Indonesia Manado, Senin (28/11/2022).

Kata Nicho, kenaikan itu akan membebani operasional pengusaha tahun depan.

Sementara ekonomi belum pulih di tengah pandemi Covid-19.

"Ekonomi belum pulih, pendapatan kita belum bagus. Indikatornya apa? Lihat saja sektor pariwisata, turis Cina belum kembali," kata Lieke.

Ia memastikan Apindo Sulawesi Utara mengikuti keputusan pemerintah. Berbeda dari langkah pengusaha secara nasional yang melakukan uji materi atas keputusan penerapan Permenaker nomor 18 tahun 2022 tentang Penerapan UMP tahun 2023.

Kata Lieke, konsekuensi dari kenaikan UMP ialah mendorong biaya operasional.

"Kita jangan lihat penentuan sekarang tapi dampak kumulatif ke depan. Biaya naik karena inflasi, ditambah upah juga," katanya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Johny Lieke menambahkan, UMP Sulawesi Utara ketiga tertinggi nasional setelan DKI Jakarta dan Papua.

Ia menilai, sebenarnya kenaikan UMP tak masalah asalkan ekonomi sudah pulih.

"Selain itu tenaga kerja kita produktif. Tidak masalah. Kendalanya, kadang upah tinggi tapi etos kerja kurang," katanya.(ndo)

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved