Sulawesi Utara

Harga Kopra di Sulawesi Utara Turun, Pengamat: Karena Ada Perubahan Selera

Harga Kopra di Provinsi Sulawesi Utara atau Sulut Turun, Pengamat: Karena Ada Perubahan Selera.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Ryo Noor
Ilustrasi - Harga Kopra di Sulawesi Utara Turun, Pengamat: Karena Ada Perubahan Selera. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga Kopra di Sulawesi Utara anjlok.

Padahal beberapa produk Komoditas semisal cengkih, pala, dan vanili cenderung stabil dan harganya masih tinggi.

Harga kopra kini Rp 6 ribu per kilogam.

Sepanjang tahun ini sempat menyentuh Rp 15 ribu per kilogram, namun terus merosot hingga saat ini.

Melihat hal tersebut, Pakar Perkelapaan Dr Tommy Lolowang menjelaskan harga kopra turun karena adanya perubahan selera di pasar.

"Karena saat ini pasar tidak mau lagi kopra yang di asap itu, tetapi kopra putih lebih disukai," jelasnya.

Selain itu harga komoditi kelapa sawit trendnya mengalami subsitusi penurunan, akhirnya ikut berdampak pada harga kopra.

"Jadi ini karena ada perubahan permintaan untuk produk sejenis di pasar,"jelasnya.

Dia pun menyarankan kepada petani untuk melakukan diservikasi atau pendalaman produk antuk mengolah kopra.

"Jadi petani harus mengembangkan kapasitas.

Kemudian mengolah kelapa kepada produk turunan yang lebih dalam,"jelasnya

Karena dia melihat sejauh ini pada bagian kelapa tidak hanya daging, ada tempurung, sabut dan air yang selama ini belum diapa-apakan oleh petani.

"Padahal itu jika diolah lebih dalam akan  mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi,"jelasnya.

Produksi Kopra

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved