Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Otak Monyet dengan Otak Manusia

Mirip Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan antara Otak Monyet dengan Otak Manusia. Studi Terbaru.

Editor: Rizali Posumah
Tangkap layar Youtube @Lucu Lucuu
Ilustrasi - Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Otak Monyet dengan Otak Manusia. 

Mereka menganalisis data itu untuk mengkategorikan sel ke dalam jenis dan menentukan perbedaan sel serupa di seluruh spesies.

"Sebagian besar sel sebenarnya sangat mirip karena spesies ini relatif dekat secara evolusioner," kata Sousa.

Sousa dan kolaboratornya menemukan lima jenis sel di korteks prefrontal yang tidak terdapat pada keempat spesies selain manusia.

Mereka juga menemukan perbedaan kelimpahan jenis sel tertentu serta keragaman di antara populasi sel serupa di seluruh spesies.

Meski mirip, tapi otak primata berbeda signifikan.

Saat membandingkan simpanse dengan manusia, perbedaannya tampak sangat besar, mulai dari penampilan fisik hingga kemampuan otak mereka.

Tetapi pada tingkat seluler dan genetik, setidaknya di korteks prefrontal, kesamaannya banyak dan perbedaannya kecil.

"Laboratorium kami benar-benar ingin mengetahui apa yang unik tentang otak manusia.

Jelas dari penelitian ini dan penelitian kami sebelumnya, sebagian besar sebenarnya sama, setidaknya di antara primata," kata Sousa.

Perbedaan kecil yang ditemukan para peneliti mungkin menjadi awal untuk menentukan beberapa faktor unik tersebut, dan informasi tersebut dapat mengarah pada pengungkapan tentang perkembangan dan gangguan perkembangan pada tingkat molekuler.

"Kami ingin tahu apa yang terjadi setelah pemisahan evolusioner antara manusia dan primata lainnya," kata Sousa.

"Idenya adalah Anda memiliki mutasi pada gen atau beberapa gen dan gen tersebut sekarang memiliki fungsi yang sedikit berbeda."

Tetapi, lanjutnya, jika gen ini relevan untuk perkembangan otak, misalnya, berapa banyak sel tertentu yang diproduksi, atau bagaimana sel diproduksi.

Kemudian menghubungkan ke sel lain, bagaimana hal itu memengaruhi sirkuit saraf dan sifat fisiologisnya.

"Kami ingin memahami bagaimana perbedaan ini menyebabkan perbedaan di otak dan kemudian menyebabkan perbedaan yang dapat kita amati pada orang dewasa," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved