TRILOGI PEMBANGUNAN JEMAAT
TRILOGI PEMBANGUNAN JEMAAT - 2 Korintus 4:1-15 – “Harta Rohani”
Harta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: 1. Barang (uang tunai, saldo bank) yang menjadi kekayaan; barang milik seseorang.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
MTPJ 20 s.d 26 November 2022
2 Korintus 4:1-15
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO - Harta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: 1. Barang (uang tunai, saldo bank) yang menjadi kekayaan; barang milik seseorang. 2. Kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai dan menurut hukum dimiliki perusahaan.
Banyak orang sekarang mengejar harta dengan anggapan pasti hidup nyaman, aman, bergensi dan berbahagia. Karena yang diinginkannya pasti dapat terpenuhi. Apakah memang demikian? Faktanya dengan harta melimpah apa yang dibutuhkan dan diinginkan tidak dengan mudah dapat terpenuhi.
Mengumpulkan harta bukanlah hal yang salah. Tapi yang menjadi persoalan apakah harta didapatkan dengan cara yang benar ataukah sebaliknya yaitu dengan melakukan apa jahat di mata Tuhan.

Ada orang mengejar harta tanpa mengenal batas. Semakin kaya makin bernafsu meraihnya. Tapi jangan salah, orang yang memiliki harta kekayaan menurut jalan yang baik dan benar pasti menganggap harta itu adalah milik Allah yang dititipkan kepadanya. Pasti membuat harta itu bermanfaat bagi kebahagiaannya, orang lain dan terutama bagi kemuliaan nama Tuhan.
Kekayaan, jabatan, kedudukan dan kehormatan yang didapat dari jalan yang tidak benar ternyata tidak mendatangkan kebahagiaan apalagi keselamatan. Karena itu harus dibarengi dengan harta “ROHANI”. Harta rohani yang sangat berharga apabila kita hidup dengan Tuhan dan selalu memiliki hati takut akan Tuhan supaya kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Harta dunia akan hilang lenyap sedangkan harta rohani kekal adanya. Tema minggu ini tentang “HARTA ROHANI”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Korintus adalah sebuah kota pusat perdagangan, industri, pemerintahan dan olah raga. Kata Korintus dilihat dari (kata kerja “Korinthiazein” artinya hidup sebagai pemabuk, korupsi dan hidup amoral).
Dengan sendirinya memberi gambaran bagi kita keberadaan kota Korintus yang sangat duniawi dan dipengaruhi oleh budaya dan tradisi. Tapi tantangan yang sangat berat datang dari kelompok “Gnostik” (artinya pengetahuan rahasia tertinggi dan unggul.) Selain itu tantangan juga datang dari kelompok Kristen anti peraturan (anti nomian) di mana mereka menekankan kebebasan dalam segala hal atau tidak mau diatur oleh aturan gereja.
Baca juga: RENUNGAN HARIAN - 2 Korintus 4:1 Hanya Karena Kemurahan-Nya
Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Korintus 4:2 Jangan Munafik dan Palsukan Firman
Kendati Paulus dalam pelayanannya diperhadapkan dengan tantangan yang berat yakni masalah moral, namun hebatnya Paulus semua persoalan dihadapinya dengan jiwa seorang gembala yang dipakai oleh Tuhan. Kemurahan Allah selalu melingkupi rasul Paulus dalam pelavanannya.
Karena itu dia tidak pernah tawar hati tetapi mampu menolak segala perbuatan yang memalukan, tidak berlaku licik dan tidak memalsukan Firman Tuhan (ayat 1). Apapun yang diakukan oleh Paulus untuk menyatakan segala kebenaran Allah.
Karena itu ia tetap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan (ayat 2). Paulus percaya bagi orang orang yang tidak percaya kepada Tuhan pasti mereka akan binasa, karena pikiran mereka telah dibutakan oleh ilah zaman.
Akibatnya mereka tidak dapat melihat terang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah (ayat 3-4). Pengajaran Paulus tulus adanya karena itu ia berkata bahwa pelayanannya bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk Yesus Kristus sebagai Tuhan.
Sementara dirinya hanyalah sebagai seorang hamba yang dipakai Yesus Kristus dalam pelayanan. Alasan Paulus bahwa dari awal Allah telah berfirman “dalam gelap akan terbit terang”, itu berarti melalui Yesus Kristus terang akan bersinar terus menerus untuk kemuliaan Allah (ayat 5).
Pelayanan Paulus dilewatinya dengan aniaya dan kesusahan. Tapi bagi Paulus itu semua adalah berkat, rahmat serta karunia Allah yang maha kuasa untuk kehidupan dan kebenaran menuju kebebasan dan kemuliaan umat percaya (ayat 6). Mendapatkan itu dihadapinya dengan tidak tawar hati melainkan sikap berani bersama dengan Tuhan.
Karena itu dengan kesadaran tinggi Paulus menyatakan bahwa kemampuan padanya hanya karena Tuhan yang telah memampukannya. Tuhan memberi kesanggupan kepada Paulus untuk menerima dan menjalani pelayanan itu sebagai harta rohani yang tersimpan dalam bejana tanah Fiat dalam dirinya (ayat 7).