Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bursa Capres

Pengamat Menduga Penentuan Cawapres Jadi Ganjalan Koalisi NasDem, Demokrat dan PKS

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro memberikan saran untuk Koalisi Perubahan.Ia meminta Partai NasDem, PKS

Editor: Aswin_Lumintang
Antara Foto via Kompas.com
Alasan Anies Baswedan Terima Tawaran Partai Nasdem Jadi Capres 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro memberikan saran untuk Koalisi Perubahan.

Ia meminta Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat mengutamakan penguatan koalisi sebelum sibuk menentukan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.

Bawono menduga, penentuan cawapres saat ini menjadi ganjalan di dalam tubuh Koalisi Perubahan.

Hal ini terlihat ketiga partai tersebut belum juga mendeklarasikan koalisi secara bersama-sama.

Capres NasDem Anies Baswedan dan Ketum Demokrat, AHY. Pengamat Sebut AHY Batal Jadi Cawapres Dampingi Anies, Koalisi Demokrat, NasDem dan PKS Bubar.
Capres NasDem Anies Baswedan dan Ketum Demokrat, AHY. Pengamat Sebut AHY Batal Jadi Cawapres Dampingi Anies, Koalisi Demokrat, NasDem dan PKS Bubar. (Tribunnews.com)

"Meskipun demikian persoalan tersebut bukan berarti nanti tidak akan menemui solusi di kemudian hari.

Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera tidak akan lari dari koalisi ini meskipun nanti kader mereka tidak menjadi cawapres Anies Baswedan," ucap Bawono dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Senin (21/11/2022).

Bawono melanjutkan, keberadaan Partai Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan memberi kesempatan terbesar bagi kedua partai ini.

Partai Demokrat dan PKS diketahui sudah selama 10 tahun terakhir menjadi partai oposisi.

"Karena dalam koalisi ini mereka adalah inisiator koalisi bersama Partai NasDem.

Baca juga: Prediksi Inggris vs Iran, Saka Berpeluang Geser Foden, Unta Sakti Ramal The Three Lions Menang

Baca juga: Harry Kane Bakal Dapat Kartu Kuning Sebelum Bertanding Melawan Iran, FIFA Sudah Siapkan Sanksi

 Lain hal bila bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu bentukan Partai Golkar, Partai AmanatNasional, Partai Persatuan Pembangunan maka mereka sekadar menjadi pengikut koalisi saja bukan inisiator.

Begitu juga bila bergabung dengan koalisi bentukan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa," lanjut Bawono.

Anies masih punya PR

Bawono dalam keterangannya juga menyoroti sikap Anies yang tidak ingin terburu-buru menentukan siapa figur akan mengisi posisi cawapres.

Menurut Bawono, penentuan siapa figur tepat untuk mengisi posisi cawapres memang lebih baik menunggu terlebih dahulu siapa saja calon kompetitor akan maju dari koalisi partaipartai politik lain.

"Dengan begitu, akan dapat dipertimbangkan secara lebih matang apakah akan mencari figur dengan basis massa kuat di suatu daerah dengan jumlah pemilih besar atau memilih figur berlatarbelakang ketua umum partai dengan basis dukungan politik kuat sebagai wakil presiden akan mendampingi nanti," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved