Sitaro Sulawesi Utara
Program Curhat Polres Sitaro Bahas Sejumlah Isu Hangat, Libatkan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
Polres Sitaro menginisiasi Program Curhat. Program tersebut untuk mendengar aspirasi dari masyarakat. Program akan dijalnkan setiap Jumat.
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Beragam isu hangat dibahas dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para lurah.
Diskusi yang berlangsung Jumat (18/11/2022) di Rumah Makan Victory, Kelurahan Ondong, Kecamatan Siau Barat, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, itu merupakan bagian dari program 'Curhat' Polres Sitaro.
Kabag Ops Polres Sitaro, AKP Noldi Rimporok, mengatakan program tersebut digelar dalam rangka mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak di kalangan masyarakat.
"Curhat ini dikandung maksud supaya kita mendengarkan aspirasi masyarakat, karena polri ini tak lepas dari masyarakat," kata AKP Noldi Rimporok usai pertemuan.
Menurut dia, masukan, saran, bahkan kritikan masyarakat menjadi sebuah kekuatan bagi polri dalam meningkatkan kinerja kerja pelayanan sebagaimana tugas pokok dan fungsi yang melekat pada polri.
"Karena kita (polri) siap dikritik untuk perbaikan kinerja kepolisian yang ada di seluruh Indonesia, terlebih khusus di Sitaro," lanjutnya.
Baca juga: Update Sementara Perolehan Medali Kabupaten/Kota di Porprov Sulut 2022
Baca juga: Update Daftar Harga HP Samsung Galaxy A Series Hingga Samsung Galaxy Z Series di November 2022
Dalam diskusi perdana program 'Curhat' Polres Sitaro itu terangkat beberapa topik pembahasan, seperti masalah kamtibmas di malam hari yang dipicu minuman keras hingga persoalan tertib berlalu lintas.
"Semua ini (topik pembahasan) menjadi catatan penting kami di Polres Sitaro. Ternyata masih banyak persoalan-persoalan di luar yang belum tercover dengan baik, dan itu banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat," ujarnya.
"Nah, momentum ini menjadi sarana oleh tokoh-tokoh pemuda, masyarakat, hingga tokoh agama untuk menyampaikan kepada kepolisian supaya sama-sama kita pikirkan apa yang bisa dilakukan kedepan," beber AKP Noldi Rimporok.

Bicara maraknya pelanggaran lalu lintas, AKP Noldi Rimporok mengatakan yang paling menonjol adalah pengendara yang tidak mengenakan helm standar sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi ini, sambungnya, berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas dan berdampak terhadap keselamatan pengendara itu sendiri.
"Yang juga menjadi perhatian kita bersama adalah kejahatan-kejahatan yang sering terjadi saat tengah malam. Banyak kumpulan anak muda yang mengonsumsi miras dan berujung pada perbuatan kejahatan," ungkapnya.