Sulawesi Utara
Kapolda Sulawesi Utara Minta Tangkap Sebanyak-banyaknya Pelaku Kasus Narkoba: Telusuri Ungkap Proses
Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Setya Budianto memberikan arahan secara khusus kepada para anggota Direktorat Reserse Narkoba.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Berdasarkan data yang diterima Tribun Manado sudah ada 32 anak yang tengah menjalani rehabilitasi setelah menggunakan narkoba.
Hal itupun belum secara keseluruhan. Masih banyak anak lain-lain yang perlu diselamatkan akibat terjerat narkoba.
Koodinator Bidang Rehabilitasi BNNP Sulut dr Reine Wowiling menjelaskan fenomena pengguna sama dengan fenomena gunung es yang kelihatan sedikit diluar, padahal masih banyak yang terjangkau.
"Sejak tahun 2013, paling banyak kami memiliki klien anak, apalagi di kota Manado banyak sekali yang menggunakan narkoba karena sifat coba pakai,"jelasnya.
Bahkan menurutnya, BNNP pernah menemukan anak usia 9 tahun sudah menggunakan narkoba.
"Jadi mari kita jangan tutup mata, dan tidak menganggap remeh soal narkoba, apalagi kalau tidak langsung dicegah bisa berkepanjangan hingga berujung kematian, atau minimal dia menjadi anak yang tidak bisa sekolah akibat menderita penyakit kejiwaan,"jelasnya.
dr Reine mengatakan dari hasil pemeriksaan, anak-anak paling sering menggunakan jenis lem ehabond, kemudian pil dari berbagai macam pil yang digabung menjadi satu dan konsumsi, obat antimo, komix, dan obat flu yang efek samping dan dicampur.
"Bahkan ada anak yang sudah coba-coba mencampur menggunakan minuman keras, atau minuman soda tertentu yang sudah diaduk, kemudian di konsumsi,"jelasnya.
Sebelumnya, dr Reine menjelaskan sepanjang dari bulan Januari sampai November terdapat 32 anak yang tengah menjalani rehabilitasi setelah menggunakan narkoba.
"Rehabilitasi terdapat 2 macam, sifatnya terlibat hukum dan sukarela, untuk rehabilitasi yang terlibat dengan hukum klien anak belum ada, tapi yang secara sukarela baik yang dirujuk langsung oleh keluarga atau dibawa oleh pemerintah sudah ada 32 anak,"jelasnya.
Menurutnya dari hasil pemantauannya sejauh ini alasan anak-anak menggunakan narkoba karena pergaulan dan tekanan dari orang tua di dalam rumah.
"Ketika anak pulang sekolah sering dimarahi orang tua dan membuat suasana rumah tidak nyaman, maka anak akan mencari komunitas yang salah hingga berujung ditawarkan dan memakai narkoba. Jadi dari mencoba, teratur pakai hingga jadi pecandu,"jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya sejauh ini BNNP Provinsi tengah menjalankan program yaitu layanan mobile konseling.
"Sejauh ini kami turun, ketika ada laporan dari masyarakat atau pemerintah dan ketika kami jangkau langsung ada beberapa anak yang menggunakan narkoba," jelasnya.
Baca juga: Portugal Hancurkan Nigeria 4-0, Bruno Fernandes Menggila, Cristiano Ronaldo Sakit Perut
Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2022 Grup C: Argentina, Arab Saudi, Meksiko, Polandia