Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jelang KTT G20 Presiden Amerika Serikat dan Pangeran Arab Saudi Bersitegang, Ini Masalahnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Bidan tidak akan duduk bersama putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman dalam KTT G20 di Bali.

Editor: Alpen Martinus
dok. Kominfo
KTT G20 Indonesia. Indonesia dinilai memiliki posisi penting dalam hubungan internasional setelah menjadi presidensi G20 sekaligus menjadi tuan rumah perhelatan KTT G20, 15-16 November 2022. Hal itu disampaikan pengamat dari Universitas Udayana, I Dewa Gede Palguna. 

Pemangkasan produksi minyak sebesar 2 juta barel dilakukan oleh OPEC+, kelompok eksportir minyak mentah yang dipimpin Arab Saudi bersama Rusia.

Harga minyak dunia meroket akibat serangan Rusia ke Ukraina.

Pemangkasan produksi itu membuat Pemerintahan Biden kesulitan untuk menahan harga gas dan minyak domestik serta inflasi.

Biden menuduh Arab Saudi telah berpihak kepada Rusia terkait permasalahan minyak.

Biden, dalam janji kampanye menyikapi kematian penulis Washington Post dan kritikus rezim Jamal Khashoggi, juga menyatakan akan membuat Arab Saudi menjadi 'pariah'.

Juli lalu, terakhir kali, Biden bertemu dengan Mohammed bin Salman.

Di sela-sela pertemuan G20, Biden dikabarkan lebih memilih melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

Baik AS dan China telah mengonfirmasikan kedua kepala negara akan bertemu dalam kesempatan itu.

Keduanya dilaporkan akan membicarakan mengenai Taiwan, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Korea Utara.

Biden dilaporkan berusaha untuk membangun kembali hubungan antara AS dan China.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved