Hari Pahlawan

Profil 10 Pahlawan Nasional Asal Sulawesi Utara, Ada yang Nekat Rebut Senjata dari Tangan Belanda

Berikut daftar 10 tokoh asal Sulawesi Utara yang sudah resmi disetujui pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribunstyle.com
Kapten Pierre Tendean 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selamat Hari Pahlawan Nasional.

Berikut ini sejarah kenapa 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Ternyata pada 10 November 1945, para pemuda Surabaya habis-habisan bergerak melawan gempuran tentara Inggris yang hendak merebut kemerdekaan Indonesia.

Pasukan bambu runcing dikerahkan, menghalau tank-tank milik Sekutu.

Semangat arek-arek Surabaya dibakar lewat corong-corong radio yang lantang mengumandangkan pekik merdeka dari Bung Tomo.

Sejarah mencatat, pertempuran Surabaya menjadi yang terbesar pascakemerdekaan. Inilah cikal bakal lahirnya Hari Pahlawan.

Ya diketahui, 10 November adalah peringatan pertempuran di Surabaya yang kemudian ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Berbicara soal Hari Pahlawan, berikut ini adalah daftar 10 tokoh asal Sulawesi Utara yang sudah resmi disetujui pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Tahun 2021 kemarin diketahui pemerintah menetapkan 4 tokoh sebagai pahlawan nasional mereka yakni Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Sutradara film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta, Raden Ayra Wangsakara dari Banten.

Masih banyak juga tokoh usulan Sulawesi Utara untuk menjadi pahlawan nasional yang belum disetujui tahun 2022 ini.

Sebetulnya, banyak pahlawan asal Sulawesi Utara yang gugur selama perjuangan kemerdekaan.

Banyak rakyat kecil juga yang menjadi korban terutama saat merebut kemerdekaaan.

Namun, baru 10 orang tokoh sudah dianugrahi gelar sebagai pahlawan nasional.

Mereka yakni Dr GSSJ Ratulangi berdasarkan SK 890 tahun 1961, Arie F Lasut sesuai SK 012/TK tahun 1961, Maria Walanda Maramis berdasakan SK 012/TK tahun 1961, Piere Tendean sesuai SK nomor III/koti/tahun 1965, Robert Wolter Mongisidi berdasarkan SK no 88/TK tahun 1973.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved