Bank SulutGo
Bank SulutGo Cabang Tondano Bawa Bantuan bagi Warga Korban Banjir di Minahasa Sulawesi Utara
Bank SulutGo Cabang Tondano Bawa Bantuan Bagi Warga Korban Banjir di Minahasa Sulawesi Utara.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagai bentuk kepedulian, Bank SulutGo Cabang Tondano menyerahkan bantuan bagi warga terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan berupa kasur dan selimut bagi para korban banjir bandang di Kelurahan Papakelan.
Kepala Bank Sulut Go Cabang Tondano Rona Sigarlaki saat penyaluran bantuan mengatakan aksi ini sebagai bentuk kepedulian dari Bank SulutGo cabang Tondano atas bencana banjir bandang yang terjadi di kelurahan papakelan.
"Bantuan ini sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir," kata Rona Sigarlaki, Rabu (9/11/2022).
Rona Sigarlaki berharap bantuan yang di berikan bisa bermanfaat bagi para korban banjir.
"Lewat bantuan ini, kami berharap bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana banjir," singkat Rona Sigarlaki.
807 Jiwa Terdampak Banjir di Papakelan, Dinsos Minahasa Sulawesi Utara Buka Dapur Umum
Sebanyak 807 warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Papakelen, Kecamatan Tondano Timur, Minahasa ini.
Banjir bandang ini terjadi pada Sabtu (5/11/2022).
Pasca bencana banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Sosial (Dinsos) pun membuka dapur umum.
Ini guna melayani masyarakat yang terdampak musibah banjir.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Minahasa, Jesril Makiolor, mengatakan, pasca bencana mereka melayani 240 Kepala Kelurga (KK) dengan 807 jiwa setiap harinya.
“Setiap hari kita harus memasak 160 Kg beras dan untuk lauk kita menyesuaikan dengan kebutuhan,” kata Jesril Makiolor, Senin (7/11/2022).
Dikatakan Jesril Makiolor, untuk dapur umum sendiri, akan dibuka selama tiga hari pasca bencana.
“Untuk sementara dapur umum kita buka selama tiga hari. Jika ada instruksi tanggap darurat bencana dari pemerintah, kita akan perpanjang selama 14 hari,” ujar Jesril Makiolor.
Jesril Makiolor menambahkan, berbagai bantuan kepada warga terdampak sudah mulai disalurkan.
Baik dari Pemkab Minahasa, maupun pihak terkait hingga Kementerian Sosial (Kemensos).
Sementara, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey meminta kepada Camat dan Lurah untuk terus berkoordinasi menangani banjir.
Ia juga meminta agar lurah dan camat memastikan warga terdampak banjir mendapat bantuan yang telah disalurkan.
"Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Atas nama pemerintah saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam, semoga dengan musibah banjir ini kita bisa mengambil hikmahnya,” ungkap Dondokambey.
Dirinya menyebut, Dinas Sosial dan BPBD Minahasa telah mempersiapkan bagaimana menghadapi korban maupun lokasi bencana di wilayah Minahasa.
"Jadi, ketika telah terjadi bencana banjir, kedua inatansi itu langsung turun ke lokasi guna membantu sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak, kemudian menyiapkan dapur umum serta tempat tidur," jelas Wabup.
Ia pun mengimbau masyarakat Minahasa untuk waspada bencana.
"Di bulan November dan Desember intensitas curah hujan sangat tinggi.
Untuk itu, berharap agar warga waspada adanya banjir susulan," imbau Wabup Minahasa. (Mjr)
• Penjabub Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Hadiri Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting
• Ini Persayaran Masuk PPPK Kotamobagu Sulawesi Utara, Sudah Ada 17 Pelamar
• Residivis Kasus Judi Togel Online di Minsel Sulawesi Utara Berhasil Ditangkap Polisi