Wisata Manado
5 Fakta Malalayang Beach Walk Icon Wisata Manado yang Mandi Kritikan Tapi Ternyata Jadi Tambang Cuan
Malalayang Beach Walk terus jadi perbincangan warga Sulut yang lagi ber Wisata Manado.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
"Agar supaya dapat langganan, jangan hanya andalkan tempat saja, tapi makanan harus lezat," katanya.
Sebut dia, hasil jualan di Malalayang Beach Walk lebih banyak ketimbang di kiosnya dulu yang berada di lokasi yang sama.
Ia menuturkan, pengunjung di kiosnya hanya banyak pada waktu tertentu.
"Paling hari libur, tapi kalau hari biasa yah pengunjung hanya sedikit," kata dia.
Afi penjual lainnya mengaku pendapatannya berkisar 400 - 500 ribu sehari.
Sebut dia, uang berputar cepat pada malam hari. "Hujan pun tetap ada saja yang datang kemari dan saya dapat untung," kata dia.

2. Rezeki Jasa Foto Burung Hantu
Burung hantu dimana - mana.
Di kursi dan meja bergaya Eropa, lantai serta punggung orang dewasa.
Ini bukan di Diagon Alley, tempat yang jadi batas antara dunia nyata dan sihir dalam novel Harry Potter.
Tapi ini di Malalayang Beach Walk (MBW), objek wisata baru di Manado, provinsi Sulawesi Utara.
Burung hantu ini dibawa para tukang foto keliling.
Mereka mendatangi MBW untuk berburu cuan.
"Kami datang kemari karena tempat ini viral dan tiap harinya didatangi ratusan warga," kata Lisa seorang tukang foto keliling, Minggu (6/11/2022).
Lisa sebelumnya "bermarkas" di bukit kasih Kanonang. Namun pasca pandemi tempat wisata itu sepi.
Mereka pun berkelana kesana kemari mencari objek wisata. Salah satu lokasi yang sering didatangi adalah Likupang.