Berita Internasional

Protes Kurang Bantuan, Penduduk Amazon Tahan 70 Turis, Wisatawan Amerika Hingga Spanyol

Penduduk asli Amazon di wilayah Peru menahan sekelompok turis lokal dan asing, sebagai protes atas kurangnya bantuan pemerintah.

ANGELA RAMIREZ/AFP
Turis asing beristirahat di perahu tempat mereka ditahan di komunitas Cuninico di Loreto, utara Peru, Jumat (4/11/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penduduk asli Amazon tahan puluhan turis sebagai wujud protes mereka ke pemerintah.

Ada sekitar 70 turis yang ditahan termasuk wisatawan lokal dan asing.

Ada warga Inggris hingga Amerika Serikat yang ditahan penduduk asli Amazon.

Mereka ditangkap saat perjalanan wisata.

Penduduk asli Amazon di wilayah Peru menahan sekelompok turis lokal dan asing, sebagai protes atas kurangnya bantuan pemerintah akan adanya tumpahan minyak di daerah tersebut.

Baca juga: 2 Hari Lagi akan Terjadi Gerhana Bulan Total, Orang Islam Perlu Tahu! Ini Tata Cara Sholat Khusufnya

Baca juga: Kisah Saul dan Samuel, Sifat yang Tak Sabaran Akhirnya Mendatangkan Petaka

Turis asing beristirahat di perahu tempat mereka ditahan di komunitas Cuninico di Loreto, utara Peru, Jumat (4/11/2022).
Turis asing beristirahat di perahu tempat mereka ditahan di komunitas Cuninico di Loreto, utara Peru, Jumat (4/11/2022). (ANGELA RAMIREZ/AFP)

“(Kami ingin) meminta perhatian pemerintah dengan tindakan ini, ada orang asing dan Peru, ada sekitar 70 orang,” Watson Trujillo, pemimpin komunitas Cuninico, mengatakan kepada radio RPP sebagaimana dilansir Guardian pada Jumat (4/11/2022).

Warga negara Inggris, Amerika Serikat (5) Perancis, Spanyol dan Swiss termasuk di antara turis yang ditahan.

Mereka ditangkap saat melakukan perjalanan wisata dengan perahu sungai.

Trujillo mengatakan kelompoknya mengambil ‘langkah radikal’ dalam upaya menekan pemerintah untuk mengirim delegasi untuk menilai kerusakan lingkungan dari tumpahan 2.500 ton minyak mentah ke Sungai Cuninico pada 16 September.

Menurutnya, mereka yang ditahan akan dibiarkan bermalam di dalam kapal sambil menunggu solusi untuk situasi tersebut.

Trujillo mengatakan dia akan kembali ke kapal tersebut untuk mempertimbangkan apakah akan membebaskan mereka.

Seorang warga Inggris di kapal tersebut, Charlotte Wiltshire, mengirim pesan ke BBC untuk mengatakan kondisinya mulai memburuk karena mereka mulai kehabisan makanan dan air.

Dia pun menyerukan perlunya intervensi untuk menyelamatkan mereka, menambahkan bahwa ada orang hamil, orang tua dan orang sakit di antara mereka yang ditahan.

Pemerintah dan polisi tidak mengomentari insiden tersebut, yang terjadi di anak sungai Maranon.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved