Cerita Alkitab
Cerita Alkitab, Yosua dan Bangsa Israel Runtuhkan Tembok Yerikho dengan Nyanyian
Simak cerita Alkitab, Yosua dan Bangsa Israel yang runtuhkan Tembok Yerikho dengan nyanyian.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jatuhnya tembok Yerikho adalah kisah yang menarik untuk diketahui.
Tembok Yerikho yang sangat besar bisa bangsa Israel runtuhkan hanya dengan nyanyian.
Kisahnya bermula ketika Tuhan berjanji kepada Yosua.
Baca juga: Cerita Alkitab, Kisah Gadis-gadis yang Bijaksana dan Gadis-gadis yang Bodoh

Tuhan berjanji akan menyerahkan Yerikho, raja dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
Syaratnya adalah bangsa Israel harus mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus diperbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut.
Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali bangsa Israel harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.
Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: ”Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut Tuhan.”
Dan kepada bangsa itu dikatakannya: ”Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut Tuhan.”
Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan Tuhan, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian Tuhan mengikut mereka.
Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup.
Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: ”Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! – maka kamu harus bersorak.”
Demikianlah tabut Tuhan mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.
Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut Tuhan.
Baca juga: Cerita Alkitab, Petrus Seorang Murid Penyangkal yang Bertobat dan Menjadi Perpanjangan Tangan Tuhan
Baca juga: Cerita Alkitab, Kisah Kesepuluh Orang Kusta, Hanya Satu Orang yang Tahu Berterima Kasih
Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut Tuhan, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut Tuhan, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.