Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Reformasi Gereja

Ini Alasan Kenapa Agama Kristen di Indonesia Bagian Timur Berkembang Lebih Pesat

Umat Kristen di Indonesia kebanyakan tinggal di Indonesia bagian timur. Daerah mayoritas Kristen di Indonesia adalah Papua, Ambon, dan Sulawesi Utara.

tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Gereja GMIM Getsemani, yang ada di Kelurahan Sario Kota Baru, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenapa Agama Kristen di Indonesia Bagian Timur Berkembang Pesat?

Seperti kita tahu, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Dari data Kementerian Agama RI, umat Islam di Indonesia pada 2022 mencapai hampir 238 juta.

Baca juga: Apa Itu Reformasi Gereja di Eropa? Ini Latar Belakang hingga Dampaknya

Sedangkan posisi kedua ditempati penduduk beragama Kristen Protestan sebanyak 20,5 juta jiwa dan disusul oleh pemeluk agama Kristen Katolik yang mencapai 8,5 juta jiwa.

Jumlah umat Kristen di Indonesia tersebut kebanyakan tinggal di Indonesia bagian timur.

Daerah mayoritas Kristen di Indonesia adalah Papua, Ambon, dan Sulawesi Utara.

Lantas, kenapa agama Kristen di Indonesia bagian timur berkembang pesat?

Pengaruh bangsa penjajah

Kristen adalah salah satu agama yang mulai masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-16.

Penyebaran agama Kristen di Indonesia dipengaruhi oleh letak geografis sebagai negara kepulauan dan penjajahan oleh bangsa Barat.

Mayoritas agama yang berkembang di Indonesia bagian timur adalah Kristen-Protestan dan Katolik karena pengaruh penjajahan Belanda dan Portugis.

Ketika bangsa Barat melakukan pelayaran samudra, mereka menggaungkan semboyan 3G, yaitu Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), and Gospel (penyebaran agama).

Salah satu wilayah di Indonesia yang menjadi tujuan utama bangsa Portugis saat itu adalah Maluku, yang merupakan pusat rempah-rempah.

Selain mencari rempah-rempah, sesuai semboyannya, bangsa Portugis juga menyebarkan ajaran agama Kristen Katolik kepada penduduk Maluku.

Bahkan, bangsa Portugis diizinkan membangun benteng-benteng yang berfungsi sebagai pangkalan militer, pedagang, sekaligus pusat agama di wilayah Kesultanan Ternate di Maluku Utara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved