Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - Yohanes 4:1-21 “Air Kehidupan Yang Memulihkan"

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok dan vital umat manusia dan bagi keberlangsungan hidup

Tayang:
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

Hal yang menarik dari sikap perempuan Samaria yang menerima Air Kehidupan adalah ia meninggalkan air sumur untuk memenuhi dahaga jasmani menjadi nomor dua. “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:” (28) Bahkan ia menjadi pembawa berita tentang Air Kehidupan di kotanya.

“Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat?” Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: (39) Luar biasa! Air Kehidupan mengubah Perempuan Samaria yang terkesan tidak bermoral menjadi saksi dan pembawa berita keselamatan. Ia membawa warga kotanya kepada Yesus! “Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar- benar Juruselamat dunia. ” (Ayat 41,42)

Makna dan Implikasi Firman
1. Di dalam Yesus kasih Allah dinyatakan tanpa bersyarat (asal-usul, masa lalu dan latar belakang). Dia yang penuh belas kasihan lebih melihat kepada “hati” umat-Nya. Tuhan sungguh mengetahui pergumulan dan kebutuhan umat-Nya karena itu Dia menjumpai kita tidak sekedar menawarkan Air Hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani semata, tapi menganugerahkan Air Kehidupan Sorgawi yang terus menerus memancar tiada habisnya sampai pada kekekalan.


2.Yesus menginginkan kita memiliki hati yang lapang terbuka mengungkapkan kebenaran sebagai pintu masuk anugerah kasih Allah yang membawa umat kepada keselamatan dan hidup kekal.

Kemanusiaan kita yang lemah dan terbatas serta berdosa dipulihkan oleh Air Kehidupan Sorgawi dari Yesus Sang Juruselamat. Milikilah selalu keyakinan bahwa Yesus yang sanggup memulihkan perempuan Samaria, maka Yesus yang sama akan memulihkan jasmani dan rohani kita serta mengembalikan pada status dan kedudukan yang terhormat serta mulia, menjadi anak-anak-Nya.


3. Berilah diri untuk dibersihkan oleh Air Kehidupan dari Yesus yang tidak pemah habis, tetapi terus melimpah dicurahkan untuk umat beriman. Kalau tubuh jasmani kita bisa lemas jika kekurangan air, maka tubuh rohani kitapun bisa layu dan mati apabila tidak disiram dengan “Air hidup” yang adalah Firman Tuhan.

Demikianpun kehidupan rohani umat, hendaklah senantiasa diperhatikan pertumbuhannya dengan menyiram “Air hidup”, dari Yesus sumber Air Kehidupan.


4. Jadikanlah senantiasa Yesus sebagai sumber kita mendapatkan air yang memberi kehidupan yang sempurna, utuh dan sejati. Nikmatilah kehidupan bersama Tuhan yang tidak pernah menganggap kita rendah, hina dan terbuang, tetapi yang selalu memandang kita sebagai mahkluk yang berharga dan termulia. Dia tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang sampai selamanya. Untuk memiliki kehidupan yang dibaharui dan dipulihkan oleh “Air hidup”, dari Yesus, maka jadikanlah BAPA sebagai pusat penyembahan.


5. Perempuan Samaria yang telah menerima Air Kehidupan menjadi percaya dan mengubah hidupnya dengan mengutamakan Air Kehidupan dan menomorduakan air sumur. “perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ…” Bahkan ia menjadi saksi atau pemberita Yesus adalah mesias Juruselamat. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: (39,42)


6. Warga Gereja pada hakikatnya adalah orang berdosa, “Karen a semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kernuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:23,24)

Sebagai warga gereja kita tidak lebih daripada perempuan Samaria yang diubah, dibenarkan dan diselamatkan oleh kasih karunia karena penebusan Yesus Kristus. Karena itu tugas marturia atau kesaksian tentang Air Kehidupan yang telah kita terima, baik kepada sesama warga gereja yang hidupnya seperti perempuan Samaria sebelum bertemu Yesus dan menerima Air Kehidupan, maupun kepada dunia sekitar kita adalah bagian dari kewajiban iman.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved