BACAAN ALKITAB
BACAAN ALKITAB - Yohanes 4:1-21 “Air Kehidupan Yang Memulihkan"
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok dan vital umat manusia dan bagi keberlangsungan hidup
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
MTPJ 23-29 Oktober 2022
Yohanes 4:1-21
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok dan vital umat manusia dan bagi keberlangsungan hidup segala mahkluk ciptaan Tuhan. Air mampu menghilangkan rasa dahaga manusia sehingga mengalami kelegaan.
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa 70 persen unsur dalam tubuh manusia adalah air. Sebab itu ketika manusia mengalami kekurangan air akan berdampak tubuh menjadi lemas, mudah terserang penyakit, kekurangan cairan dan kesehatan tubuh terganggu bahkan yang lebih fatal bisa menyebabkan kematian.
Hidup manusia dan mahkluk ciptaan Tuhan lain amat bergantung pada air. Sejak semula bumi dan segala sesuatu diciptakan, Tuhan mengetahui kebutuhan manusia dan semua ciptaan-Nya tentang air. Kisah di Taman Eden ada sungai yang disediakan Tuhan untuk kelangsungan kehidupan ciptaan-Nya (Kej 2:10-14).
Tak bisa dipungkiri manusia jasmani kita amat membutuhkan air, apalagi manusia rohani kita, pasti lebih membutuhkan “air hidup” yang tidak hanya sekedar menjadi pelepas dahaga dikala kita haus tetapi yang mampu memulihkan kehidupan spiritual umat untuk selalu mendasari kehidupan pada Firman Tuhan.
Di era kini, semakin banyak orang mengalami kehausan dan kegersangan rohani disebabkan oleh beban berat dan banyaknya pergumulan hidup yang berkepanjangan seakan tiada hentinya.
Tingkat kesibukan kerja yang tinggi, berakibat mudah stress dan frustasi. Dalam situasi ini, maka manusia membutuhkan seperti ungkapan tema “Air Kehidupan Yang Memulihkan”.
PEMBAHASAN TEMATISPembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil ini ditulis oleh “murid yang dikasihi Yesus” (Yoh. 13: 23; 19: 26; 20: 2; 21: 7,20) dengan maksud dan tujuan sebagaimana diungkapkan Yohanes 20:31 yaitu “supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya”.
Cerita percakapan dengan perempuan Samaria dalam perikop Yohanes 4:1-21 membuat popularitas Yesus menimbulkan rasa iri hati dan kebencian orang-orang Yahudi kelompok Farisi. Untuk terhindar dari kemungkinan masalah bisa terjadi. maka Yesus memilih jalan meninggalkan wilayah Yudea dan kembali lagi ke Galilea (ayat 1 – 3).
Yesus sampai di sebuah kota Samaria yang bernama Sikhar, di situ terdapat sumur Yakub. Di tempat inilah Yesus beristirahat setelah lelah dalam perjalanan dengan teriknya matahari kira-kira pukul 12. Yesus, duduk di pinggir sumur berharap rasa haus dan dahaga mendapat kelegaan (ayat 5-6).
Bagi orang Yahudi, orang Samaria dianggap seperti najisnya orang kafir. Karena mereka banyak mendirikan mezbah tempat penyembahan dan menjadikan gunung Gerizim (dekat Samaria) tempat beribadah, tidak di Yerusalem. Perempuan Samaria dalam perikop ini terkesan bukanlah perempuan yang baik. Ia memiliki banyak suami, bahkan suami yang kini bersamanya dia bukanlah suaminya (kumpul kebo).
Bukti kehidupan yang bobrok, penuh aib dan dosa (ayat 16-18). Percakapan dengan perempuan Samaria memperlihatkan sikap Yesus yang menerobos tradisi yang berlaku pada masa itu. Yesus berinisiatif membuka percakapan dengan perempuan itu, sesuatu yang tidak lazim sehingga perempuan itupun sempat terkejut.
Apalagi tidak hanya sekedar berbicara tetapi Yesus juga meminta minum kepadanya (ayat 9). Apa yang dilakukan Yesus bukan hanya menjangkau seorang perempuan Samaria yang hina, rendah, terbuang dan berdosa tetapi Yesus pun menawarkan Air Hidup kepadanya (ayat 10).
Yesus tahu perempuan itu tidak hanya butuh air dari sumur Yakub untuk sekedar pelepas dahaga tetapi perempuan itu memerlukan Air Hidup yang dapat memulihkan totalitas kehidupan spiritualnya.
Wujud uluran tangan Yesus menawarkan Air Hidup yang melegakan dan menyegarkan kembali hidup dari rasa haus, dahaga, kekosongan dan kegersangan jiwa. Setelah sekian lama bergumul dengan beratnya beban yang melelahkan dan dikucilkan oleh aib dan dosa. (Ayat 18) Yesus membawa perubahan baru pada perempuan Samaria dengan menjadikan BAPA sebagai pusat penyembahan (ayat 19-21).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bacaan-Alkitab-Jumat-9-Septermber-2022-Yakobus-117-Pemberian-yang-Baik.jpg)